Belajarnya Anak dari Mencoba

Belajar seperti seorang anak yang menginginkan perubahan dalam dirinya menjadi lebih baik.
Tidak menjadi masalah berapa banyaknya ia terjatuh dan merasakan sakit. Akan menjadi masalah  bila orang dewasa bersikap berlebihan dalam meresponnya, memproteknya dan tidak mempercayainya bahwa ia mampu mengatasi dirinya. Bagi seorang anak dukungan moril tidak kalah hebatnya dengan dukungan materi dalam sebuah proses perubahan.

Mengasah kemampuan seorang anak dalam mengembangkan kemampuan dirinya dapat dilakukan  dengan memberikan kepercayaan dan  kesempatan untuk mencobanya. Memberikan apresiasi walau hanya sepatah dua patah kata, rasa senang dan bangga yang ditampakkan orang dewasa saat merespon tindakannya membuatnya memiliki energi yang tidak akan habis baginya untuk selalu mencoba dan mencoba lagi. Bahkan tatkala keberhasilan pun diraih, penghargaan apresiasi sebagai bentuk perhatian akan mendorongnya untuk semakin mengasah kemampuannya untuk semakin lebih baik lagi.

Belajarlah untuk dapat melihat dan memperhatikan seperti yang diminta anak. Bukan seperti yang kita orang dewasa inginkan atau fikirkan. Mendengar dengan penuh antusias untuk setiap kejadian yang disampaikan anak tanpa harus menyalahkan kesalahan yang dilaporkanya. Tapi ajak ia berfikir dan merasakan. Memberikan dorongan untuk berpendapat atas solusi perbaikan ke depan. Beri sedikit tantangan dan motivasi. Dukung ia atas usaha yang ia lakukan sekecil apapun perubahannya. Bila itu kebaikan maka akan berbuah 10 kebaikan. Bila sebuah kesalahan yang dibuatnya atas inisiatifnya sendiri maka itu adalah satu kesalahan yang masih bisa diperbaiki.

Kesalahan yang terjadi tidak selamanya bernilai salah bagi pelakunya, seperti halnya bila kesalahan yang dilakukannya adalah menjalankan hasil dari sebuah diskusi atau musyawarah. Mari kiita dorong anak kita untuk selalu bercerita, berdiskusi dengan kita akan aktivitasnya baik yang sudah maupun yang akan dilakukannya. Seringnya berdiskusi mengajarkan anak untuk senantiasa bermusyawarah. Mempercayai dan memberi kesemparan untuk berpendapat dan menjalankannya, melatih dirinya untuk bisa mengambil keputusan dan memahami konsekuensinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *