Gembira Belajar

Bisakah kita membuka gerbang pengetahuan dengan membaca?

Menurut Paul C. Burn, (1984), membaca merupakan proses yang kompleks dan melibatkan banyak aspek seperti aspek panca indera (sensory aspects), pamahaman (perceptual aspects), rangkaian (sequential aspects), pengalaman (experiential backgroud aspects), berpikir (thinking aspects), belajar (learning aspects), asosiasi (association aspects), dan kesenangan (affecting aspects).

Penelitian Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS), yaitu studi internasional dalam bidang membaca pada anak-anak di seluruh dunia yg disponsori oleh The International Association for the Evaluation Achievement. Hasil studi menunjukkan bahwa rata-rata anak Indonesia berada pada urutan keempat dari bawah dari 45 negara di dunia. http://edukasi.kompas.com/read/2009

Data statistik UNESCO 2012 yang menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, setiap 1.000 penduduk, hanya satu orang saja yang memiliki minat baca. Angka UNDP juga mengejutkan bahwa angka melek huruf orang dewasa di Indonesia hanya 65,5 persen saja. Sedangkan Malaysia sudah 86,4 persen. http://www.republika.co.id/berita/koran/didaktika/

Padahal membaca menjadi aktifitas yang menyenangkan.  Apalagi jika tumbuh dari diri bukan paksaan pihak lain.  Memberikan ruang belajar dari membaca buku kesukaan akan menambahkan pengetahuan baru bagi pembacanya.  Membaca juga dapat dilakukan di mana saja.  Bisa di pelataran, halaman, teras belakang, ruang tamu, ruang tengah, atau di tempat-tempat lain yang berbeda. Asal kegiatan ini dilakukan dengan gembira.

Saya akan senang jika melihat anak-anak gembira bergerombol dalam kegiatan membaca.  Hal ini mengingatkan saya tentang anak-anak dari sekolah kebun menemukan buku dari kardus-kardus buku yang dibawa ke sekolah.  Mereka berlari dengan semangat menuju kardus buku.  Mengambil satu buku dan segera membacanya.  Begitu selesai dengan satu buku, mengambil kembali buku berikutnya karena lapar pengetahuan.  Anak-anak yang rindu akan ilmu sehingga semangatnya pun bisa dirasakan.

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. QS Al Mujadalah:11.

Begitulah Allah menegaskan bahwa ilmu memberi kemuliaan kepada manusia terlebih orang-orang yang beriman.

Inshaa Allah.

Kang Yudha

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis lima belas buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan, 2019), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu (Media Guru, 2019). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media facebook: Yudha Kurniawan OK dan Instagram: yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *