Pejuang Subuh

”Umar bangun, Nak,” suara lembut ibuku terdengar dari musala kecil sebelah kamarku.

Huuuh, subuh lagi, subuh lagi, gumamku dalam hati.

Aku paling tidak suka suasana ini. Setiap hari aku harus bangun subuh, shalat di masjid, mandi, sarapan, dan berangkat ke sekolah pukul 06.00. Aku bosan dengan kegiatan pagi. Aku ingin seperti teman-teman yang lain. Pukul segitu mereka masih baru membuka matanya. Mengapa semua ini harus menimpaku?

Cuplikan dari Pejuang Subuh yang menggelitik saya sebagai guru. Mengalami hal serupa semasa kecil dulu. Bangun, karena mama yang berisik membangunkan saya. Waktu itu setidaknya begitu rasanya. Terganggu dan ingin meneruskan tidur panjang yang belum tuntas.

Saya terhenyak membaca karya guru dari Balikpapan ini. Ceritanya ringan dan pas dengan keadaan masa kini. Seputar anak-anak, sekolah, dan rumah. Banyak nasihat, banyak pesan di dalamnya. Saya termasuk yang tersentil menerapkan anak-anak di waktu-waktu shalatnya. Terutama Shalat Subuh.

Cerita Pejuang Subuh merinci tahap membangunkan anak seusia kelas 3 SD dengan empat kali peringatan. Pertama dengan lemah lembut. Diusap kepala anaknya. Kedua dibangunkan kembali dengan menyingkapkan selimutnya. Ketiga lebih keras dan keempat seperti kebakaran rumah.

Saya, sering tidak tega. Baru tahap kedua sudah sering menyerah. Padahal subuh menjadi waktu yang strategis untuk membangun dan membentuk karakter kuat dan cerdas. Waktu pagi menjadi penentu kegiatan sepanjang hari. Waktu pagi menyiapkan rencana harinya dengan minimal lima tahap bermutu. Apa saja yang perlu direncanakan setelah subuh? Menjelang duhur? Sebelum asar? Selepas magrib? Sesaat sebelum isa?

Nah, menjadi pejuang subuh bukan sekadar menunaikan kewajiban kepada Tuhannya, Tuhan manusia, tetapi ada penguatan dalam perencanaan (planning). Setelah itu diorganisasikan (organizasing) apa yang perlu dilakukan segera, apa saja yang bisa ditunda atau di kerjakan berikutnya. Jangan lupa dengan pelaksanaannya (actuating), dan dievaluasi (controling) setiap kegiatan yang dijalankannya.

Pejuang subuh artinya mengatur diri. Prosesnya diperhatikan. Evaluasi dalam bentuk refleksi akan sangat membantu mengelola bukan saja waktu tapi kepribadian diri yang lebih paripurna.

Saya banyak belajar dengan membaca buku Pejuang Subuh. Semoga dapat memberi wawasan dan terlebih kesadaran bahwa subuh adalah waktu terbaik yang dirancang Tuhan untuk membangun jadi diri yang sempurna.

 

Kang Yudha

 

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis lima belas buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan, 2019), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu (Media Guru, 2019). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media facebook: Yudha Kurniawan OK dan Instagram: yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *