Dulu Bajak Pado Jawi

Masih segar dalam ingatan saya sampai saat ini. Amak berpesan, “Nak, jaga diri baik-baik di rantau orang. Amak jauh, ayah jauh, saudara pun jauh. Pandai-pandai dalam bergaul, terutama dengan laki-laki. Batasi jangan sampai melewati ajaran agama yang kita yakini. Supaya tidak terjadi yang tak diingini. Amak tidak mau mendengar berita tentang pergaulan muda-mudi yang menjerumuskan diri kepada pergaulan yang tidak berbudi pekerti. Dalam pepatah Minangnya, dulu bajak pado jawi.

Pituah Mande inilah yang saya pegang selama hidup di rantau orang. Terutama dalam masalah pergaulan muda-mudi yang jarang jadi perhatian orang. Apalagi pada saat mulai remaja sedang tumbuh berkembang maka pesan ini dijadiakan nasihat untuk diri sendiri. Istilah Minangnya, siang dipatungkek, malam dipakalang.

Ya, tulisan Amdawirni, S.Ag. dalam bukunya yang berjudul Indahnya Berpacaran Pasca Pernikahan dari Sawahlunto menginspirasi tentang pentingnya menjaga hubungan kehormatan sebelum menikah. Pendampingan dari rumah, yaitu orang tualah yang mampu menjaga anak-anak dalam pergaulan.

Saya jadi teringat bagaimana Sekolah Alam Indonesia tempat saya mencurahkan tenaga dan pikiran mendampingi anak-anak orang tuanya belajar di lembaga pendidikan formal, tapi kegiatan belajarnya dirancang sedemikian rupa ramah anak. Keberhasilan anak-anak sangat ditentukan oleh orang tuanya di rumah. Sekolah hanya memolesnya. Ayah bundalah yang menentukan hendak dibawa ke mana anak-anaknya.

Jika jejak pola asuhnya dapat ditelusuri dengan nilai-nilai positif, insyaallah anak-anaknya memiliki akhlak yang positif juga. Menjaga kehormatan hingga menikah adalah buah pendampingan yang serius dari pengasuhnya yang tidak lain adalah orang tuanya atau pun orang-orang dewasa yang dekat dengan si anak.

Saya menyakini setelah 20 tahun mendampingi anak-anak di sekolah bahwa buah yang baik dipetik dari pohon yang baik. Walau ada buah yang baik juga jatuh dari pohon yang sakit, tapi tidak banyak. Selama pohonnya mau dirawat dan disembuhkan, buahnya akan memberi kejutan yang tidak disangka-sangka. Terutama pada orang tua yang sadar yang mau bekerja sama dengan guru. Sama-sama memfasilitasi proses tumbuh kembangnya dan proses belajarnya. Duanya akan diikuti dengan hasil yang diharapkan.

Biarkan mengikuti proses. Hasilnya serahkan kepada Allah SWT. Doakan tentang banyak kebaikan untuk dirinya, untuk masyarakatnya.

Kang Yudha
Sumber: https://muslim.or.id/27887-hati-tenteram-dengan-tauhid.html

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis lima belas buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan, 2019), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu (Media Guru, 2019). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media facebook: Yudha Kurniawan OK dan Instagram: yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *