Belajar Bumi dengan Kelapa

Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik tersendiri. Karakteristik sangat dipengaruhi oleh sifat keilmuan yang terkandung pada tiap mata pelajaran. Perbedaan karakteristik pada berbagai mata pelajaran akan menimbulkan perbedaan cara mengajar dan cara siswa belajar antar mata pelajaran satu dengan yang lainnya. Ilmu pengetahuan alam (IPA) memiliki karakteristik tersendiri untuk membedakan dengan mata pelajaran lain. IPA erat hubungannya dengan alam dan kehidupan. Banyak media yang tersebar di alam untuk dijadikan media/alat peraga pembelajaran yang bersifat kontekstual. Dengan adanya alat peraga yang bernama “Identifikasi Lapisan Bumi” ini akan membuat siswa memahami dan mengenal lapisan bumi.

Kreativitas guru Sawahlunto memberi inspirasi tentang pembelajaran di alam. Mengidentikkan buah kelapa dengan bumi memberi pemahaman kepada siswa berhubungan benda konkret yang divisualkan, sehingga siswa mendapat pengalaman belajar yang lebih komprehensip. Seluruh indranya mendapat pengalaman belajar. Telinga mendengar langsung informasi guru. Matanya melihat proses belajarnya yang diaplikasikan dalam praktik membuat alat peraga sederhana dari benda sekitarnya, dari alam sekitar. Semuanya bergerak dan belajar. Proses penciptaan direkam di dinding ingatan lebih kuat.

Saya jadi ingat bahwa guru-guru di Sekolah Alam Indonesia ditantang untuk menciptakan alat peraga dari alam, berbiaya murah karena ada di sekitaranya. Belajar tentang panas, penguapan, perambatan panas, sudut, hingga proses perkalian dapat diajarkan bersama alam.

Belajar tentang habitat dapat dilakukan dengan membuat terarium sederhana yang bahan dasarnya dapat diambil dari kebun sekolah. Belajar curah hujan dengan membuat stasiun BMKG sederhana dengan menampung air hujan dan mengukurnya keesokan harinya. Membuat data statistika juga dapat dilakukan sebagai penelitian kecil di antara proses belajar yang menyenangkan. Syaratnya, belajar konsisten dan ada keingintahuan untuk mengetahui hasilnya. Proses menjadi penentu apakah hasilnya bermakna atau tidak. Bukan benar salah, tapi dapat digunakan sebagai acuan hasil penemuan.

Saya selalu geregetan jika guru mengajar hanya membaca dari buku paket. Menjelaskan kepada siswa didiknya. Mencatat di papan tulis. Pasti membosankan dan kalah informasi dengan Mbah Google. Guru seharusnya menjadi jembatan siswanya menemukan sendiri pengetahuannya. Tidak menjadi manusia serba tahu, padahal memang terbatas pengetahuannya. Berani belajar bersama jika rasanya pengetahuannya terbatas. Yuk kita cari tahu.

Kang Yudha
Sumber: https://enjiner.com/struktur-lapisan-bumi/

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis lima belas buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan, 2019), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu (Media Guru, 2019). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media facebook: Yudha Kurniawan OK dan Instagram: yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *