Metode Pembelajaran Revolusi Industri 4.0

Banyak hal yang harus diubah oleh negara yang ingin maju. Hal ini juga berlaku bagi Indonesia. Terlebih saat ini Indonesia tengah menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dengan tingkat persaingan yang semakin ketat. Dari sejumlah perubahan yang harus dilakukan, perbaikan SDM adalah salah satu hal yang harus sangat diperhatikan. Perbaikan tersebut dapat terlaksana, salah satunya dengan cara mengubah metode pembelajaran dalam dunia pendidikan yang ada.

Setidaknya ada tiga hal yang perlu diubah Indonesia dari sisi edukasi. Pertama dan yang paling fundamental adalah mengubah sifat dan pola pikir anak-anak muda Indonesia saat ini. Kedua, pentingnya peran sekolah dalam mengasah dan mengembangkan bakat generasi penerus bangsa. Ketiga dan yang terakhir adalah pengembangan kemampuan institusi pendidikan tinggi untuk mengubah model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini.

Tulisan Bu Guru Naniek Elistiana Nugrahaeny, S.Kom. tentang Gawai (Media Belajar yang Menyenangkan) di atas memberi pencerahan kepada para guru di Indonesia agar mengubah mainset pengajaran yang lebih melirik pada digital zaman now. Ujung pangkalnya, guru harus bisa menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Banyak mengetahui anak-anak milenial yang terpapar teknologi agar tidak menjadi hambatan hubungan yang baik antara generasi yang berbeda.

Justru guru perlu menjadi jembatan yang lebih kokoh dan memberi banyak jalan alternatif untuk memfasilitasi harapan anak-anak mencapai cita-citanya. Guru tidak lagi sebagai penentu tujuan akhir anak zaman now, karena mereka mudah beralih kepada kegiatan yang serba cepat, mudah, dan murah. Guru memberi ruang anak memilih dalam batas-batas positif baik melalui tuntunan agama dan nilai-nilai sosial di masyarakat.

Guru punya peran besar dalam mengubah sifat dan pola pikir anak-anak muda. Bukan dengan paksaan seperti zaman kolonial, tapi membentuk kesadaran dengan menanamkan nilai positif di tengah mereka. Guru bisa terlibat langsung sebagai teman, sebagai orang tua, atau juga sebagai kakak. Posisi sebagai teman memberi kesempatan mengetahui keinginan dan harapan mereka.

Sebagai lembaga institusi, penting adanya peran sekolah yang lebih berpihak kepada anak. Menyediakan fasilitas belajar dengan jaringan 4G yang penggunaannya untuk kegiatan belajar lintas negara. Walaupun secara fisik mereka ada di sekolah, tetapi pengetahuannya tidak terkungkung sebatas ruang dan dinding sekolah.

Model pembelajaran yang lebih memfasilitasi era Revolusi Industri 4.0 menjadi PR guru selaku fasilitator yang andal.

Kang Yudha
Sumber Gambar: https://iqbal2306.wordpress.com/2018/11/17/revolusi-industri-4-0-dalam-pendidikan/

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis lima belas buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan, 2019), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu (Media Guru, 2019). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media facebook: Yudha Kurniawan OK dan Instagram: yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *