Kunun dari Merangin

Kunun bermula dari suatu Kerajaan Renah Alai yang dipimpin oleh seorang raja yang bernama Sutan Bahenok. Raja yang arif bijaksana dan kaya raya memimpin negerinya dengan penuh amanah. Sutan Bahenok adalah seorang raja yang sangat dihormati dan disayangi warganya. Di bawah kepemimpinan beliau rakyatnya sangat makmur dan daerahnya sangat subur. Kesuburan daerahnya ini terbukti dengan melimpah ruahnya hasil panen para petani.

Daerah yang indah, di tengahnya terbentang sawah yang luas dan dikelilingi bukit-bukit yang merupakan perkebunan. Di bawah bukit mengalir sebuah sungai yang airnya sangat jernih dan deras. Gemercik air yang mengalir menambah keindahan dan keasrian desa tersebut. Di tengah-tengah hamparan sawah yang luas berdiri sebuah Istana Raja Sutan Bahenok yang sangat megah. Istana ini dikelilingi rumah-rumah warga.

*****

Cerita rakyat Merangin, Bungo Jambi yang kisahnya dihidupkan dan diperluas lagi menarik untuk disimak. Kepercayaan masyarakat terhadap harimau jadi-jadian justru melestarikan keberadaan hewan carnivora besar ini. Masyarakat menjaga lewat cerita secara turun temurun dari mulut ke mulut. Menjadi buah bibir di kamping Merangin. Kampung biasa harimau melintas.

Sebagai anak berdarah Sumatra, menjadi teringat dengan kampung larangan yang banyak bertebaran di Pegunungan Bukit Barisan. Sesungguhnya masyarakat sangat peduli terhadap kelestarian alamnya. Memelihara alam secara adat dan kepercayaan yang kini mulai ternoda.

Di beberapa tempat seperti Merangin, tradisi itu masih terjaga, walau di sebagian lagi mulai ditinggalkan masyarakat yang tidak terlalu peduli terhadap larangan-larangan yang diatur ninik mamak, sesepuh kampung. Bisa jadi karena pengetahuan modern yang menepis kepercayaan animisme.

Namun, jika didekatkan pada alasan pelestarian, seharusnya masyarakat tetap peduli. Tetap menjaga alam sebagai sumber kehidupan mereka sendiri. Ketersediaan air bersih karena hutan yang lestari. Ikan-ikan yang membanjiri sungai menjadi langka di saat ini.

Jadi pelestarian tetap didekatkan pada pendidikan sejak dini hingga tinggi. Guru mengajarkan manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Manusia yang saling membutuhkan satu sama lain termasuk kepada alam. Anak-anak sejak dini diajarkan menjaga lingkungan agar tetap terpelihara. Sementara di tingkat perguruan tinggi diajak untuk mencari solusi pemecahan kerusakan lingkungan yang semakin parah.

Kang Yudha
Sumber gambar: https://www.pinterest.com/pin/552394710537422498/

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis lima belas buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan, 2019), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu (Media Guru, 2019). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media facebook: Yudha Kurniawan OK dan Instagram: yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *