Asma Akut

“Sus, tolong bapak saya. Sulit bernapas,” ibu Arya kepada perawat jaga yang datang menjemputnya.
“Naikkan ke kursi roda, Pak. Biar saya bantu bawa ke IGD.” Perawat itu menjawab dengan tenang.
“Alhamdulillah, bapak dapat tempat di sini,” puji syukur Bu Murni berdesah.
“Bapak dan Ibu tunggu di luar, ya. Nanti Bapak ini akan kami tangani. Sabar, ya. Sambil tolong urus administrasinya ke resepsionis rumah sakit di lobi,” pinta perawat dengan sopan.
“Baik Sus. Saya urus adminstrasinya.”
“Ibu, tunggu di sini, ya. Arya ke lobi dulu.”
Bu Murni hanya mengangguk tanpa suara. Dia pasrah atas kejadian ini.
“Bu, mana bapak, Bu?” Tiba-tiba Luna yang sudah berada di dekat ibunya.
“Oh, kamu Luna dan Bayu. Dari siapa tahu bapak dibawa ke sini?” tanya Bu Murni heran.
“Tadi sewaktu mobil Bang Arya berlalu, Bayu baru saja sampai rumah. Terus Bu Bibong tetangga rumah bilang kalau bapak baru saja naik mobil ke rumah sakit terdekat. Kemudian Bayu langsung menyusul. Beruntung ketemu sama perawat di rumah sakit itu. Dia bilang kemungkinan kalau bapak akan dibawa ke rumah sakit ini karena tidak tertampung di sana. Terus Bayu telepon Kak Luna untuk ketemuan di sini. Pas banget, begitu Bayu tiba di sini bareng sama Kak Luna,” terang Bayu dengan runut.
“Abang kalian sedang mengurus adminstrasi di lobi. Tunggu saja di sini sambil juga menunggu hasil pemeriksaan bapak,” jawab ibu dengan tegar.
Sesaat kemudian Arya kembali dan mereka berkumpul menantikan hasil pemeriksaan. Tidak lama, seorang dokter didampingi perawat muncul dari kamar IGD. Dokter mengatakan kalau Pak Mansyur tidak sadarkan diri dan sekarang kondisinya tidak baik-baik saja. Pak Mansyur harus dibawa ke ruang ICU sampai siuman dan dokter berjanji akan mengabari keadaannya jika ada perubahan. Dokter juga akan melakukan serangkaian uji virus mengingat gejalanya mirip dengan serangan Covid-19.
“Jadi, mohon keluarga tidak boleh menjenguk sampai benar-benar diketahui kondisi pasien.” Dokter menegaskan pernyataannya.
Luna menangis mendengarnya. Dia meyakinkan dokter bahwa bapaknya tidak tertular Covid-19. Apalagi Pak Mansyur tidak pernah meninggalkan rumah sejak Corona mewabah negeri ini. Luna yakin, bapaknya hanya sesak biasa seperti bulan-bulan lalu ketika asmanya kambuh.
“Iya, Bu. Ini hanya prosedur standar. Era pandemi ini, semua pasien yang mengalami gejala virus Corona wajib mengikuti protokol penanganan Covid-19. Ini aturan pemerintah kita, Bu. Sabar ya. Kita tunggu hasil labnya.” Dokter tidak mau spekulasi dan tidak berpanjang-panjang lagi menjelaskannya, dia langsung meninggalkan keluarga Pak Mansur.
“Tapi, bapak tidak tertular Covid, kan Bu?” rengek Luna.
“Kita serahkan kepada dokter yang menangani bapak saja, Luna. Kita tunggu hasilnya. Biar dokter melaksanakan tugasnya. Kita berdoa, ya. Semoga bapak lekas sembuh.” Bu Murni mencoba menenangkan Luna.
“Kita gantian jaga saja. Kita tidak tahu berapa lama bapak akan berada di ruang ICU ini. Biar Bayu jaga sampai besok, ya. Bang Arya, Kak Luna, dan Ibu pulang saja. Istirahat di rumah. Nanti perkembangannya akan Bayu sampaikan lewat telepon.”
“Baiklah. Mari kita pulang Bu. Nanti Arya dan Bayu yang gentian jaga. Luna biar jaga ibu di rumah. Bawa saja Angga biar gak sendirian di rumahmu.”

-bersambung

Kang Yudha
Sumber gambar: https://doripos.com/beberapa-penyebab-koma-mendadak-ini-harus-anda-ketahui

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *