Asyiknya Belajar Batuan

“Nisa, kamu ikut tour, gak?”

“Nggak tahu nih. Aku kok tidak tertarik, ya,” ucap Nisa setengah hati.

“Sayang sekali, Nisa. Ini adalah outing kelas kita di akhir semester ini loh. Banyak informasi dan pengetahuan yang akan kita cocokkan dengan proyek kita di kelas. Apa kamu mau menyia-nyiakannya?” tanya Ratih penasaran.

“Lihat saja nanti deh. Sampai sekarang belum aku putuskan.”

“Kalau pembiayaannya sudah kita dapatkan. Presentasi kamu menyakinkan donator sehingga mereka mau membiayai dua per tiga perjalanan belajar kita. Masa kamu mau gak ikut? Kamu punya andil yang besar loh, Nisa.”

Nisa hanya termenung menatap Ratih. Matanya sayu tidak bersemangat. Tanpa membalas pernyataan Ratih, Nisa berlalu dari hadapan Ratih. Meloyor masuk kelas yang sebentar lagi masuk pelajaran kedua.

Bu Irine seperti biasa masuk ke Kelas Lima Stalagmit sambil menebar senyum yang menawan. Pipit lesungnya terlihat dalam seperti melubangi pipinya. Semakin manis saja wajahnya.

“Assalammualaikum anak-anak,” sapanya.

“Walaikumsalam, Bu,” jawab serempak anak-anak kelas yang sudah berada di dalam kelas.

Sementara anak-anak lainnya yang masih di luar kelas bergegas masuk dan menyusul duduk di pojok informasi.

Bu Irine segera mengambil tempat duduk kecil dan menempatinya tepat di antara white board dan karpet besar bergambar aneka bunga. Anak-anak duduk bersila tanpa dikomandoi lagi. Mereka tertib mengisi tempat-tempat kosong sesuai aturannya. Biasanya memang di awal pelajaran, Bu Irine selalu mengondisikan anak-anak di pojok informasi tersebut. Bu Irine menginformasikan apa saja yang akan dilakukan anak-anak. Informasinya harus ditangkap dengan jelas. Anak-anak biasanya akan bertanya setelah diberi kesempatan bertanya di ujung penyampaian informasinya. Apa saja yang belum jelas akan diulangi dengan hati-hati. Baru setelah paham semua, kegiatan belajar berlangsung.

Kegiatan belajar dengan model project base learning (PBL) sudah menjadi bagian kegiatan belajar mereka yang memanfaatkan tematik, sehingga setiap siswa mempunyai tanggung jawab masing-masing. Mereka bekerja secara simultan, saling berhubungan. Jika ada satu yang pasif akan mengganggu pekerjaan lainnya. Proyek jadi tidak utuh lagi, tidak tuntas. Ini membuat semua kepala dalam kelompok kerjanya akan menguap dan tatapan kejamnya dijamin membuatnya tidak akan mengulanginya lagi.

Tema Batuan memang sangat menarik semua anak-anak di kelas stalagmit. Padahal materinya termasuk sulit, karena menghafal jenis batuan yang beragam. Tidak mudah sebenarnya. Namun, karena belajarnya konkret, membuat anak-anak senang sehingga mereka hafal beragam jenis batuan yang disajikannya.

“Baik, anak-anak. Selepas istirahat ini, kita akan melanjutkan dengan pemburuan batuan yang sudah kita bahas tadi. Ibu ingatkan kembali bahwa batuan yang kita pelajari terbagi atas….” Bu Irine meminta pendapat anak-anak.

“Saya, Bu.” Ratih dan Kemal angkat tangan bersamaan.

“Kemal!” Bu Irine mempersilakan Kemal menjawab lebih dulu.

Batuan yang kita pelajari terbagi atas batuan beku, batuan sedimen, dan batuan…, apa ya. Saya lupa, Bu,” jawab Kemal ragu.

“Ratih boleh menambahkan. Ayo.” Bu Irine memberi kesempatan Ratih melengkapi jawaban Kemal.

“Batuan metamorf.”

“Boleh ditambah dengan ciri-cirinya, Ratih,” pancing Bu Irine.

“Hasil transformasi dari tipe batuan yang telah ada sebelumnya. Prosesnya disebut metamorfisme dengan panas lebih besar dari 150 °Celsius dan tekanan yang ekstrim.” Ratih menjelaskan dengan confidence.

“Keren penjelasanmu, Tih,” bisik Nisa yang berada di sebelah Ratih.

Ratih hanya mesem-semem aja. Kemudian sambil berbisik, “Ini juga belajar dari kamu, tau.”

bersambung –

Kang Yudha
sumber gambar: http://geografisekolah.blogspot.com/2010/08/biosfer.html

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *