Bakti Anak

“Bagaimana kondisi kaki bapakku, Sus? tanyaku berbisik kepadanya.

“Kemungkinan akan dioperasi Wi, tapi belum pasti. Kita lihat dulu perkembangannya dan keputusan dokter nanti,” kata Susi sambil berbisik kepadaku.

“Mudahan-mudahan saja tidak dioperasi ya, Sus,” kataku lirih.

“Berdoa saja dan semoga kadar gula bapak, selalu stabil,” kata Susi masih sambil berbisik dan membersihkan kaki bapak.

Sudah satu minggu lebih bapak terbaring sebagai pesakitan. Beberapa minggu lagi Hari Raya Idul Fitri akan tiba. Kesedihan terpancar di wajah bapak.

Dengan berlinang air mata bapak berkata, “Sampai kapan dirawat di sini?”

“Nanti, kalau Bapak sudah baikkan dan pulih, baru bisa pulang ya,” kataku sambil memijat tangan bapak.

“Tak ada perubahan yang Bapak rasakan Wi. Malahan Bapak merasa semakin hari, penyakit Bapak semakin parah dan bertambah.”

Apa yang dikatakan bapak memang benar, tapi apakah aku harus jujur berkata kalau makin hari kondisi bapak semakin memburuk. Ibuku bilang kalau ginjal bapak sudah kurang berfungsi dengan baik, begitu pula jantung dan paru-parunya. Ini sebagai efek dari penyakit diabetes yang diderita bapak selama dua puluh tahun belakangan ini. Aku tahu dari dokter yang menangani penyakit bapak.

*****

 

Saya merenung ketika membaca pembuka Menjemput Kisah buah karya guru Bungo. Bercerita tentang upayanya merawat orang tua yang mengalami diabetes. Pasti tidak mudah. Butuh kesabaran luar biasa. Kesabaran tingkat dewa dari seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya. Sebagaimana dulu semasa kecil orang tua pun sabar mengasuh, mendidik, merawat anak-anaknya dengan pengorbanan tingkat dewa. Kaki menjadi tangan dan tangan menjadi kaki. Merelakan pikiran, harta, dan tenaganya untuk pertumbuhan anak-anaknya sempurna.

Orang tua berjuang sepenuh hati, sepenuh tenaga dan pikiran agar anak-anak menjadi manusia yang berbudi luhur, santun, memiliki akhlak mulia, berbakti pada orang tua dan negara. Menjadi hamba yang taat pada Tuhannya.

Ya, setidaknya saya merasakan setelah menjadi orang tua anak-anak yang tumbuh dewasa. Menginginkan keshalehan anak agar menjadi dirinya sendiri sesuai tuntunan agama. Maka doa Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, baik ibu dan bapakku, kasihanilah keduanya seperti mereka menyayangiku di waktu kecil, yang dilantunkan anak menjadi sangat tepat sebagai bentuk bakti yang tidak berbalas dan berbatas.

 

Kang Yudha

 

 

 

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

One Comment on “Bakti Anak”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *