Berbisnis dengan Benefit

Tergelitik mendengar webinar anak-anak muda dari kampus yang membahas bisnis. Saya sempat protes kepada anak kedua saya yang sedang khusyuk mengikuti webinarnya.

“Libur-libur gini kok masuk sih?” ucap saya walau tahu di era pandemi Covid-19 semua tatap muka digantikan dengan kuliah daring.

Bukan apa-apa. Saya hanya berpikir sesaat terkait waktu kuliah di depan laptop. “Manteng” berjam-jam diseling istirahat salat dan makan bukanlah keputusan bijak. Mata terkena radiasi dan pastinya lelah.

Namun, memang tidak bisa ditolak. Saat ini kita mau tidak mau, harus menerima konsekuensi daring. Lebih aman dan murah. Tidak harus kos di luar kota dan mengeluarkan biaya harian yang bisa ditanggung bersama dalam keluarga inti. Ya, lebih irit dengan membayar pulsa wifi.

Sekilas saya mendengar percakapan webinar yang membahas bisnis. Menghadirkan Sandiaga Uno dan pebisnis lain yang mencetak kesuksesan dalam cinema Islam. Contohnya saja Bulan Terbelah di Langit Amerika, 99 Cahaya di Langit Eropa, Haji Backpacker.

Seru juga dan asyik disimak sebagai makanan otak. Ya, berbisnis yang bukan Cuma mikirin profit, tapi benefit.

Konsentrasi saya buyar mengedit naskah garapan dan akhirnya harus memilih menyimak pengetahuan baru bagi saya. Saya rasa bagus untuk anak-anak muda yang sedang bergeliat dengan bisnis starup-nya.

Ternyata masih ada loh anak-anak muda yang peduli dengan socialpreneur yang emngedepankan kepada kepedulian masyarakat. Jadi bisnis bukan memulu profit tapi juga benefit. Kalau gak profit dianggapnya gagal. Padahal bisa jadi benefit yang diperolehnya jauh lebih besar dibanding profit saat ini. Misalnya bisnisnya dikenal masyarakat karena ramah lingkungan. Brand-nya mulai dikenal banyak orang dan harus open mind jauh ke depan.

Saya setuju bahwa anak-anak muda harus dikenalkan dengan bisnis model ini. Bisnis yang berpikir benefit bukan hanya profit. Bisa jadi kurang profit, tapi benefitnya besar.

Saya penasaran dengan bisnisnya sahabat Rasulullah. Bisa ya, mereka berzakat, berinfaq dalam jumlah besar dari hasil usaha yang mereka peroleh, tapi tidak merugi. Bahkan Utsman bin Affan, menyerahkan 950 ekor unta dan 50 ekor kuda lengkap dengan muatan dan pelananya untuk membantu persiapan logistik serta uang tunai sebesar 1.000 dinar di perang Tabuk. Itu bukan jumlah yang sedikit.

Ya, buat anak-anak mempunyai pengalaman bisnis di usia muda. Biarkan jatuh berkali-kali agar tahu rasanya berbisnis yang baik hingga pada saatnya tiba. Mereka akan berhasil dan tidak takut berinfak dalam jumlah besar.

Kang Yudha
Sumber gambar: www.tubasmedia.com

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *