Berdua, Membangun Cinta

Saat itu bulan Haji, tatkala umat Islam berlomba mengejar mimpi menunaikan rukun Islam yang belum terlunasi. Di belahan bumi yang lain, bertebaranlah hewan kurban di padang ilalang yang tampak meninggi. Menanti panggilan yang akan menyapa hari, ketika suara takbir menggema di seluruh penjuru bumi.

Esoknya terbitlah mentari pagi yang berseri, menyongsong hari raya yang dinanti. Seorang pemuda di suatu negeri, sedang duduk menepi menyendiri dalam sepi. Menikmati suasana pagi dalam nuansa yang harmoni. Menyiapkan diri untuk menjadi pasangan seorang pemudi, dari sepasang suami dan istri yang rendah hati dan baik budi.

Acara pun bermula pada tengah pagi, diawali dengan kalam Ilahi kemudian persiapan saksi-saksi. Berita acara telah tersusun rapi, menunggu terucap akad dari pengantin lelaki.

Wali telah mulai bersiap diri, tangan kanannya menjabat erat untuk menagih janji pertanda penerimaan diri, menjadi bagian dari keluarga inti. Tak banyak yang diucapi, tetapi itulah bukti sahnya ikatan suci pada kedua mempelai ini.

Waktu pun bergerak sendiri, tanpa mengindahkan sesiapa yang menyapa untuk pergi. Tak terasa sudah sekian tahun terlampaui, bulan-bulan terlewati, tertinggal hari-hari yang selalu dilalui.

Kini kumengerti, ikatan suci ini begitu bernilai tinggi. Tiada yang sanggup membeli, tak ada yang dapat mengganti, sekalipun harta dan kesenangan duniawi yang memikat hati.

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”

(Q.S. An-Nur: 32)

Please follow and like us:
error

About Dwi Nanta Priharto

Masih berusaha membenahi jiwa dan raga, membangun manfaat pribadi kepada semesta. Pernah kuliah di Lombok, NTB dalam jangka waktu maksimal karena sambil bermain bersama anak-anak, remaja, dan orang dewasa sebagai fasilitator lembaga outdoor/pengembangan diri yang didirikan bersama teman-temannya. Saat ini mengajar di salah satu sekolah yang tak jauh berbeda kegiatannya dengan 'sambilan' waktu kuliah, yaitu di Sekolah Alam Indonesia.

View all posts by Dwi Nanta Priharto →

2 Comments on “Berdua, Membangun Cinta”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *