Bertemu Kuna

Setengah hari perjalanan, akhirnya tiba di tenggara yang dimaksud Gali. Ternyata pemandangannya indah sekali. Debur ombak silih berganti menyuarakan keramahannya. Gamal dan Gala sanat takjub dengan pemandangan laut di senja hari.

“Luar biasa indahnya.” Gamal pun berdecak kagum.

“Oh ya, kita harus mencari Kuna, Gamal. Dia akan membantu kita menuju barat.”

“Kuna! Kuna! Kuna! Di mana engkau Kuna! Kami membutuhkan pertolonganmu,” teriak Gala mencari Kuna.
Demikian juga Gamal mencari di sekitar rumput-rumput dekat pohon besar, pohon jati.

“Hai. Aku di sini. Awas nanti kakimu menginjakku!” Suara kecil tapi nyaring itu mengagetkan Gamal dan Gala.

“Maaf, kami sedang mencari Kuna. Apakah engkau tahu Kuna berada di mana?” mohon Gamal.

“Oh, kalian Gamal dan Gala, ya? Tiga hari yang lalu Gali menemuiku. Katanya ada temannya dari barat laut akan menemuiku di sini.”

“Benar sekali Kuna.” Gamal dan Gala menjawab bersamaan karena senang kunang-kunang yang dimaksud sudah berada di hadapan mereka.

“Alhamdulillah. Akhirnya kami dapat menjumpaimu di sini, Kuna. Ini aku Gamal dan ini sahabatku Gala. Kami sengaja ke sini untuk minta bantuanmu mengantar kami ke barat. Kami ingin melihat rawa-rawa di sana.” Gala langsung menyampaikan hajatnya.

“Sebentar lagi, ya teman-teman. Kita istirahat sejenak memulihkan tenaga setelah perjalanan jauh kalian. Biarkan malam datang agar cahayaku dapat kalian lihat. Aku akan terbang menuju barat. Kalian ikut jejakku. Dalam gelap aku lebih mudah melihat jalan yang mudah dilalui.”

“Siap, Kuna. Kami akan mengikuti cahayamu.” Gala langsung menyambutnya.

“Iya, kami istirahat beberapa saat. Setelah gelap siap bergerak,” kata Gamal tak mau ketinggalan.

Setelah malam beranjak. Suasana jadi gelap. Kantong perut Kuna mulai bercahaya. Sinarnya semakin nyata dan mudah dikenali. Kuna dan beberapa teman-temannya sudah berkomitmen membantu perjalanan Gamal dan Gala. Mereka mulai terbang sejajar dengan tinggi Gamal dan secara perlahan bergerak menuju barat.

Gamal dan Gala juga segera bergerak mengikuti jejak cahaya Kuna dan teman-temannya. Perjalanan awalnya masih sangat mudah dilalui menyusuri pinggiran sungai menembus hutan kecil. Tidak banyak rintangan yang dilalui.

-bersambung

Kang Yudha
Sumber gambar: https://ayobandung.com/read/2020/02/10/78992/kunang-kunang-terancam-punah

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *