Bukan Anak Kecil Lagi

Mendengar suara bening memanggil kita dengan julukan ummi bertahun-tahun silam, rasanya menggugah nurani keibuan. Melihat perkembangannya dari yang semula hanya bisa berbaring lemah tak berdaya dan sepenuhnya bergantung kepada kita, membuat diri kita merasa seutuhnya menjadi seorang wanita. Menyaksikan bola mata jernih membulat cerminan wajah tanpa dosa menjadikan rasa iba kita terus mengalirkan kasih sayang yang penuh kepada mereka. Wow.. bukankah saat-saat seperti demikian yang kita pernah impikan dulu sebelum ada lelaki shalih (in syaa Allah) meminang kita dari ayah tercinta? Mengamati segala gerak gerik, tingkah polahnya yang lucu penuh dengan rasa ingin tahu membuat kita merasa waktu 24 jam sehari sangat kurang untuk dinikmati bersama mereka.
Menjadi seorang ibu atau ummi atau bunda atau apapun julukan yang disematkan anak-anak kepada kita telah meruntuhkan segenap ego masa lajang kita. Siklus metamorfosa kita dari lajang menjadi istri kemudian menjadi ibu telah mengubah pola hidup kita menjadi lebih ‘sibuk’ di rumah. Segenap perhatian dicurahkan, peluh pun bercucuran selama mengurus buah hati yang bernama anak. Betapa perjuangan kita dari melahirkan hingga membesarkan anak rasanya memenuhi segenap ruang kehidupan kita.
Tetapi tidak selamanya berpola sama, ada yang beranjak makin dewasa. Dan.. hai lihatlah kini mereka bukan lagi bayi kecil yang mengompol setiap malam. Juga bukan balita yang perlu kita gendong kesana kemari. Mereka telah tumbuh semakin matang dengan segala problematikanya. Ada yang mulai tumbuh kumis tipis di atas bibir. Ada yang suaranya makin menggema dan menjadi sulit dikenali. Atau yang para gadis sudah makin membesar pinggulnya. Identifikasi tubuh makin tampak berbeda. Fix, mereka bukan anak kecil lagi. Akan menjadi generasi yang luar biasa, jika semua perubahan itu diiringi dengan kematangan ruhiyah, kemandirian dan sikap kepemimpinan yang semakin gemilang. In sya Allah akan tampil generasi penerus seperti Muhammad Al Fatih, Shalahuddin Al Ayyubi yang mampu memimpin kebangkitan Islam kembali di usia yang muda.
Bismillah, kita doakan dan lekatkan kembali nilai-nilai ruhiyah dalam kehidupan anak-anak kita, agar cita-cita mulia mengenggam masa depan kejayaan Islam akan kita raih.

Please follow and like us:

About RN Lathifah

Ibu dengan 2 anak lelaki yang mencintai simfoni di pagi hari, birunya langit dan hangatnya mentari. Pernah berkecimpung di dunia penulisan -IFSA- media Sekolah Alam Indonesia. Tahun 2010 mendapatkan penghargaan mother awards melalui tulisannya yang berjudul Kasih Ibu Menembus Batas yang diselenggarakan oleh Adfamilia. Beberapa naskahnya sudah diterbitkan, diantaranya ; Kasih Ibu Menembus Batas (indie-2010), Ya Allah Jadikan Aku Sekolah Terbaik Untuk Anakku (Qultummedia), Serpihan Kenangan (Quanta), Asyiknya Menulis (indie-2016), Selaksa Cinta Berjuta Kenangan (SAI publishing), Resonansi Cinta (SAI publishing). Sangat menikmati suasana kelas menulis yang pernah dikelolanya untuk siswi-siswi Sekolah Dasar. Hingga saat ini menjadi kontributor dan editor tetap blog Kelas Kayu.

View all posts by RN Lathifah →

One Comment on “Bukan Anak Kecil Lagi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *