Ekasari yang Dirindu

Masih tentang Ekasari. Saya kebablasan di Ekasari. Terlalu nyaman maksudnya. Pertama kali ditetapkan menjadi warga asrama, rasanya plong. Para senior yang sering memberi “bekal” pendidikan sudah seperti kakak sendiri. Selama ini memang baru merasa punya kakak, ya di asrama itu. Langsung banyak dan baik semua dengan berbeda karakter unik.

Bebas sudah waktu sebulan digembleng jadi pejuang tangguh. Berbadan kerempeng, lengan keras dengan tinju menghitam kebanyakan push up, merasa lebih bugar dari waktu sebelum-sebelumnya. Hampir setiap pagi turlap. Turun lapangan dengan segudang jawaban jika senior bertanya yang mereka mau. Jawabannya “kudu” memuaskan. Kalau sedang iseng, semua jawaban yang diminta salah. Paling duduk di kolam ikan yang dinginnya minta ampun.

Belum lagi senior yang minta foto teman jurusan. Foto diri pula yang mintanya butuh strategi tingkat dewa. Untung akhirnya dapat juga. Ada lagi senior yang minta pijit. Memang disangka junior ini dari balai pijit apa ya. Terus kopi kentalnya selalu salah. “Kencing Kuda”, katanya. Oh keenceran ya. Alamak salah lagi. Namun, saya menikmatinya. Mungkin lantaran bersama-sama yang lain masuk asrama walau dengan jurusan yang berbeda. Ada FMIPA, peternakan, pertanian, ada juga kedokteran hewannya.

Balik lagi ketika lepas diplonco. Saya merasa tanpa tantangan. Belajar seenaknya. Mungkin juga kompensasi kecapaian selama sebulan lari dan teriak-teriak hampir setiap pagi. Tidur, lupa kuliah. Belum pernah selama kuliah tetap tenang walau belum belajar. Masyaallah. Kok efeknya malah negatif. Saya merasa bebas.

Alhasil IPK anjok. Namun, kok tenang saja, tanpa khawatir ‘ngulang’ kuliah. Ya begitulah kehidupan saya di asrama tahun pertama. Ketemu dengan banyak senior, dengan kakak-kakak dari berbagai daerah. Serunya bisa kenal lebih dekat macam-macam karakter mereka.

Saya banyak belajar mengenal mereka, walaupun kuliah serasa tidak terlalu serius. Melalui mereka saya jadi asisten beberapa mata kuliah. Melalui mereka dapat kerja part timer. Keliling-keliling cari uang buat bersenang-senang. Lah wong bayar asrama saja hanya 9 ribu IDR. Bisa ikut cuci baju sama bibi asrama. Makan tinggal masak dengan fasilitas gas negara. Main tenis meja setiap malam dengan siapa saja senior yang sedang tidak ada kegiatan.

Betapa merdekanya saya di asrama.

Kang Yudha
Sumber gambar: https://www.facebook.com/pages/category/Dorm/Asrama-IPB-Ekasari-153124088081018/

Please follow and like us:
error

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis delapan belas buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan, 2019), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *