Eksperimen Kecil

Anak-anak sangat senang melihat langsung bagaimana asap dry ice memenuhi toples. Satu di wadah besar sedangkan satu lagi di wadah kecil. Ya, toples besar dan toples kecil. Toples yang menampung uap dyr ice yang disiram air. Gurunya memberi penjelasan singkat tentang sifat zat padat, cair, dan gas. Intinya bagaimana masing-masing ketiga zat tersebut berada dalam wadah. Apa yang terjadi? Mengapa ketiganya berbeda? Salah siapakah? Mana yang paling baik? Dan pertanyaan kecil itu terus dibangun agar anak-anak memiliki sikap keingintahuan yang besar.

Saya mencermati ada keinginan untuk mengeksplor lebih dalam. Ya, bola matanya bening mereka yang mengatakan itu. Sorot mata penuh tanya, sorot mata yang ingin mendapat pengetahuan baru. Mencari tahu tentang kebenaran yang ditanyakan gurunya. Kenaran menangkap pesan.

Kemudian mereka bercerita di rumahnya tentang eksperimen. Ya, eksperimen yang disampaikan gurunya membuat mereka ingin juga mencobanya sendiri di rumah. Mungkin dengan wadah yang lebih besar atau akan dicoba disiram dengan air panas yang belum dilakukan bersama tadi di ruang belajarnya.

Nah, perlu diketahui oleh orang tua dan orang dewasa di sekitar anak-anak bahwa tidak semua eksperimen itu dapat dilakukan sendiri. Bisa jadi berbahaya. Contohnya saja ekperimen yang menggunakan alat senjata tajam, atau pijar api, atau listrik, atau juga bahan kimia yang membutuhkan pengawasan orang dewasa. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Tanggung jawab dan peran orang dewasa yang mengawasi dan membimbing agar anak terhindar dari bahaya.

Di luar itu, saya melihat critical thinking anak atas problem solvingnya memberikan kesempantan untuk tumbuh dan berkembang lebih luas. Semoga kegiatan sejenis dapat dilakukan tanpa mematikan keingintahuan anak, seperti secara verbal dibahasakan dengan sangat terbatas. “Sudah tidak perlu tahu”, “pokoknya jadinya seperti itu”, “Itu gak perlu dijelaskan, kamu masih kecil”, dan perkataan verbal lainnya yang tidak mendidik anak.

Semoga anak-anak terus mendapat kesempatan untuk melakukan eksperimen bersama agar menumbuhkan critical thinking atas problem solving, baik secara individual maupun kelompok. Insyaallah dalam lima tahun kemudian, anak-anak akan semakin kritis dalam menyikapi tantangan pendidikan yang lebih seru dan menyenangkan.

Kang Yudha

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *