Fa bi ayyi ālā’i Rabbikumā tukażżibān

Fa bi ayyi ālā’i Rabbikumā tukażżibān adalah ayat dalam Surah Ar-Rahman yang ditulis berulang-ulang sebanyak 31 kali. Ayat ini diletakkan setiap dua atau tiga ayat dalam surah ar-Rahman . Mulai dari ayat 13 sampai ayat 77 yang menjelaskan nikmat yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Ar-Rahman.

Sungguh saya jadi merenung dalam-dalam, ketika tepat di depan saya telah berada sesosok lelaki di tempat shalatnya. Seorang bapak tua berdiri tegak dengan bergeming dalam khusyuknya. Kaki palsunya sudah berada di lantai masjid. Melepaskan atribut untuk menghadap Tuhannya. Setiap gerakannya seakan tanpa kesulitan termasuk saat ruku, sujud, dan kembali berdiri.

Fa bi ayyi ālā’i Rabbikumā tukażżibān, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Kenikmatan yang tiada gantinya, walaupun berdiri dengan satu kaki. Saya? Masih punya sepasang kaki kokoh yang sehat digunakan untuk berjalan dan berlari. Mampukah setiap saat berangkat ke masjid tanpa mengeluh? Masihkan digunakan berjalan menyusuri rumah-rumah dan menegur pemuda yang bermain gadget untuk ikut bersama shalat di masjid? Masihkah menyiarkan syiar Islam sepanjang perjalanan ke masjid? Masyaallah. Malu rasanya dengan bapak tua yang berdiri tegar. Bergeming dalam khusyuknya.

Fa bi ayyi ālā’i Rabbikumā tukażżibān, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Sudah berapa lama menikmati kehidupan dengan segala pengabaiannya. Lupa dengan nikmat yang tidak terbeli. Nikmat menghirup udara gratis. Nikmat memandang alam yang begitu indah. Nikmat mendengar suara indah dari burung-burung yang hinggap di dahan pohon mangga. Nikmat bercengkerama dengan keluarga. Nikmat bersama teman-teman yang luar biasa. Orang-orang baik di sekeliling yang banyak mendoakan keberkahan atas makanan yang dimakan.

Fa bi ayyi ālā’i Rabbikumā tukażżibān, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Saya diam sesaat. Memaknai momen yang tidak biasa. Mungkin menjadi peringatan atas syukur dari nikmat yang Engkau berikan tanpa batas. Mengingatkan bahwa yang sudah saya terima bahkan terus saya terima saat ini, sama sekali tak terbalas. Tidak terbayar justru keluh kesah yang keluar dari bibir tipis ini.

Semoga menjadi pengingat atas semua nikmat yang diberikan Allah Sang Pemilik Hidup. Selalu bersyukur atas kelimpahannya. Aamiin.

Kang Yudha
Sumber gambar: Foto pribadi

Please follow and like us:
error

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis delapan belas buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan, 2019), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

2 Comments on “Fa bi ayyi ālā’i Rabbikumā tukażżibān”

  1. Sangat menginspirasi khususnya utk pengingat diri saya sendiri. Walaupun telah disampaikan berulang sebanyak 31x namun kebanyakan orang kadang lupa atau tidak mengingatnya, apalagi kalau di dalam surat ar-Rahman tersebut disampaikannya hanya sekali saja kita tidak tahu dampaknya mungkin kita akan menjadi lebih lalai lagi. Wallahu a’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *