Gamal dan Gala

Di hutan belantara tinggalah seekor gajah dan burung gagak. Setiap hari gajah muda mampir ke genangan kecil di dekat sumber air. Kebiasaannya yang suka berendam membuatnya tergantung dengan air dalam jumlah banyak. Ya, seperti di genangan kecil dekat sumber air itu. Siang harinya gajah muda akan bermain hingga keluar batas hutan. Apalagi kalau bukan aliran mata air di pinggir hutan. Danau kecil tempat berkumpulnya hewan-hewan liar. Biasanya gagak temannya menanti di sana.

Setelah berenang, gajah muda dan gagak berpetualang ke dalam hutan hingga daerah-daerah baru yang belum pernah dijamahnya. Biasanya sampai sore baru kembali.

“Gamal, gajah. Yuk kita jelajahi daerah selatan hutan ini. Rawa Seribu Binatang. Kita belum pernah ke sana loh,” ujar Gala, gagak hitam kepada Gamal.

“Tapi kabarnya, ada hewan jahat, Gala. Salah-salah kita tidak kembali dengan selamat.” Gamal merasa enggan pergi ke tempat satu itu karena memang belum sekalipun mereka menjelajah sampai ke selatan.
Menurut mama Gamal di Rawa Seribu Binatang terdapat rawa-rawa yang luas. Banyak buaya besar yang lapar. Beberapa hewan-hewan hutan itu yang datang ke wilayah selatan tidak kembali lagi. Di samping jalurnya berkelok-kelok susah diingat, juga banyak jebakan rawa yang semakin ke selatan semakin luas.

“Iya sih, Mal. Tapi menantang loh. Aku tahu kamu suka petualangan itu. Iya, kan,” bujuk Gala.

“Benar. Cuma aku gak mau ibuku khawatir. Apalagi kalau kita pulang larut bahkan mungkin tersesat lama.” Gamal menyampaikan alasannya.

“Gini aja. Nanti aku coba selidiki dulu. Aku tanya temanku gagak yang tinggal di selatan, ya. Minggu depan kita jelajah setelah tahu kondisi di sana. Bagaimana, Mal?” Gala berharap.

“Baiklah. Setidaknya kita bisa melakukan persiapan sebaik-baiknya.”

Esok harinya, Gala si gagak terbang menuju batas hutan bertemu dengan temannya dari wilayah selatan. Kebetulan sedang ada pertemuan keluarga gagak di sana.

“Kak, Kak, Kak. Gali temanku. Di mana engkau berada?” Suara Gala memanggil temannya Gali.

“Eh Gala. Apa kabarnya. Sudah lama kita tidak bertemu, ya,” sambut Gali.

“Alhamdulillah. Engkau hadir rupanya. Aku sangat senang karena aku punya keperluan denganmu.” Gala tidak sabar langsung menyampaikan maksudnya.

“Apa gerangan yang membuat engkau tidak sabar begitu, Gala?”

-bersambung

Kang Yudha
Sumber gambar: https://pxhere.com/id/photo/827705

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *