Greget

Penjelasan konflik lainnya adalah tentang mengolah konflik itu sendiri menjadi sesuatu yang “greget” ternyata tidak mudah. Benar sekali. Perlu keterampilan tingkat tinggi yang diasah lewat kegiatan menulis sepanjang hayat. Penulis yang sudah banyak menghasilkan karya pun kadang mengalami kesulitan pada konflik panjang yang bertubi-tubi. Jadi bagi penulis pemula tidak perlu cemas. Saya mendekatkan pada buku Alam Terkembang Membawa Kisah. Salah satu cerita populernya berkisah tentang Balon Terbang. Ceritanya dibangun dari kaliamt tanya. Apakah mimpi yang menjadi kenyataan itu? Kalimat tanya terbuka yang membaut penulis harus berpikir luas dan dalam. Jika perlu data, bisa cari datanya. Jika perlu bukti, bisa dekatkan dengan peristiwa yang pernah terjadi.

Saya juga menayangkan sebuak film pendek terkait konflik. Cerita tentang seorang anak cacat yang mendapat hadiah seekor anak anjing yang cacat juga, tetapi sangat semangat. Cerita kecacatan anak tersebut baru diketahui menjelang ending filmnya. Kisah yang menginspirasi banyak penonton termsuk saya.

Saya mengarahkan peserta workshop pada fokusnya di ide cerita, agar ceritanya tidak melebar. Ada sentral cerita dengan masalah tokoh utamanya. Sekali lagi jangan melebar. Ini saya cuplikan dari tulisan orang. Misalnya pada novel Harry Potter karya JK ROWLING. Ide cerita novel tersebut adalah tentang kehidupan Harry Potter, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang bersekolah di sekolah sihir Hogwart. Jadi sepanjang cerita, yang dibicarakan adalah masalahnya Harry selama sekolah di sana. Memang ada tokoh lain seperti Ronald Wesley, Hermoine Grager, keluarga Ron dan masih banyak lagi. Tapi porsi cerita mengenai tokoh pendukung tidak mendominasi. Sehingga cerita tetap fokus pada Harry.
Kedua, ada gimmick, yaitu kejutan dari pengembangan konflik utama yang melahirkan informasi baru yang disampaikan lewat tokohnya. Ada lagi twist, yaitu kejutan tak terduga yang diletakkan di bagian tertentu dari cerita untuk membuat pembaca tetap bertahan dengan cerita.

Langkah selanjutnya adalah memastikan grafik konflik. Ada dua grafik yang umumnya dikenal dalam menulis cerita. Grafik parabola dan grafik zig-zag. Khusus grafik parabola umumnya digunakan pada cerita pendek dan grafik zigzak pada cerita panjang seperti novel.

Nah, dengan mengetahui konflik, peserta diharapkan dapat menempatkan konflik dengan baik agar pembaca tidak sampai bosan bahkan meninggalkan cerita kita sebelum ending. Yuk dicoba.

Kang Yudha
Sumber Gambar: Pinterest.com

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *