Kebulatan Tekad

Aku dapat teman baru seangkatan yang masuk asrama. Ada Winoto teman BDP, Andi Setiawan dari Kimia, Alla Asmara dari Peternakan, Sriyanto dari FKH, dan satu lagi dari Statistik. Aku lupa namanya karena hanya satu semester bertahan di asrama.

Ya, kami berenam menjadi calon warga berikutnya. Menerima OSPEK selama sebulan setelah OSPEK jurusan berakhir. Malam itu kami di sidang sebagai calon warga. Diberikan hak tinggal dan diwajibkan melayani semua warga selama sebulan.

Kami menempati kamar masing-masing yang bersama warga senior lainnya. Aku tinggal di kamar Q bersama seniorku Bang Olan dan Bang Juheri di lantai dua. Begitu juga dengan bersama Andi Setiawan, Sriyanto, dan teman statistik di lantai yang sama. Sementara Winoto dan dan Alla Asmara berada di lantai dasar.

Jika dipikir ulang, “ngapain juga mau ditindas setiap hari selama sebulan”. Paling menyiksa kalau dirasakan, tapi jadi kenangan yang tidak terlupakan. Setiap pagi setelah subuh lari keliling Taman Kencana beberapa putaran hingga berpuluh putaran. Hari Sabtu-Minggunya “tawaf” di Kebun Raya Bogor bersama penduduk Bogor yang menikmati indahnya kota. Kami digembleng jadi keras, bertambah coklat, kurus kurang tidur, dan hitam-hitam pada buku-buku tinju.

Menghafal Kebulatan Tekad Asrama IPB Ekasari menjadi kewajiban setiap hari. Kebulatan Tekad Transisi Asrama IPB Ekasari. Transisi dari calon warga menjadi warga, nantinya. Isinya, tidak akan lupa sampai titik komanya hingga kini. Lah, setiap hari selama sebulan direndam di kolam ikan agar nempel seperti perekat Cina yang tidak bisa lepas lagi. Menyatu, mendarah daging.
1. Bersedia mematuhi peraturan umum Asrama IPB dan peraturan khusus Asrama IPB Ekasari.
2. Menjaga nama baik Asrama IPB Ekasari, baik di dalam maupun di luar asrama.
3. Hormat dan sopan terhadap siapa pun, baik warga, alumni, mamang, bibi, dan masyarakat sekitar asrama.
4. Dengan senang hati akan mendahulukan kepentingan senior dalam penggunaan fasilitas asrama.
5. Menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan Asrama IPB Ekasari.
6. Bersedia menjalankan seluruh program transisi yang telah ditetapkan panitia dan akan menggantikannya pada hari lain jika berhalangan mengerjakannya.
7. Bersedia menerima sanksi dan hukuman jika melanggar peraturan dan kewajiban.
8. Bersedia meninggalkan Asrama IPB Ekasari jika tidak lulus masa transisi atau melakukan pelanggaran berat berdasarkan keputusan rapat warga.

Apalagi jika ada “turlap”. Pukul dua dini hari merayap di kolam ikan dengan guyuran air PAM Kota Bogor yang dinginnya menusuk tulang. Ger, penyiksaannya berakhir menjelang subuh. Setelah itu salat Subuh dan siap olahraga rutin.

Lain lagi ketika harus menemani senior main truf dengan sepanci kopi rasa “kencing kuda” karena saking encernya membuat mata ini tetap bisa terpejam. Tugas kuliah, ya dikerjakan di antara tugas senior yang minta dilayani secara khusus. Ada yang minta dipijit, dicari foto teman wanita, dibuatkan kopi setiap pagi, dimasakan mie, dan dibelikan makan malam di warung-warung remang-remang depan Taman Kencana. Jalannya melalui tangga panajng dengan sulur menggantung tanpa pencahayaan yang cukup. Aku sarankan bukan jalan umum bagi para perempuan. Rawan.

-bersambung

Kang Yudha
Sumber gambar: http://www.gbi-bethel.org/miliki-tekad-yang-kuat/

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *