Kecil Teranja-anja Besar Terbawa-bawa Tua Terubah Tidak

Saya tergelitik mengometari pepatah dari buku yang saya edit terakhir ini. Kecil teranja-anja besar terbawa-bawa tua terubah tidak. Penulisnya menghubungkan dengan kebiasaan yang dipupuk sejak kecil akan membekas setelah dewasa dan tua. Dicontohkan tentang kebiasaan baik dan buruk semasa kecil akan terbawa dalam perangainya kelak. Jika seorang anak sering mendengar orang di sekelilingnya berkata-kata kasar maka si anak akan meniru dan juga akan ikut berkata kasar dengan siapa pun. Namun jika kita sering mengucapkan kata baik, seperti tolong dan terima kasih kepada anak ketika membantu, maka kebiasaan tersebut juga akan terbawa sampai besar. Kebiasaan yang baik seperti ini perlu dicontohkan sedari kecil.

Kebiasaan adalah kegiatan berulang-ulang yang secara sadar dilakukan hingga tidak sadar menjadi tabiat yang sulit diubah. Sebagai seorang pendidik, saya perlu menggarisbawahi sikap gurunya sebelum berinteraksi dengan anak-anak. Sikap positif dan membangun akan menulari kebaikan demikian juga dengan sifat negatif yang akan menggerus perilaku yang baik pada dirinya.

Ya, peran orang tua menstimulus perilaku anak-anaknya di rumah. Sementara peran guru menjadi role model di sekolah. Tidak lupa teman-teman yang baik akan memberi perhatian yang tidak dapat diabaikan. Demikian pula teman yang buruk, suka merundung, dan berkata kasar memberi dampak secara massif mengubah perilaku yang tidak diinginkan. Perilaku yang bertentangana dengan kodrat manusia sebagai makhluk pemelihara alam.

Maka sangat masuk akal pendekatan Illahi yang menjadi dasar alasan manusia berbuat baik, karena memang manusia sebagai makhluk Tuhan paling mulia jika mengikuti petunjuk-Nya dan akan menjadi makhluk paling hina jika menuruti hawa nafsu yang membawanya kepada tindakan buruk, bahkan jahat.

Kecil teranja-anja besar terbawa-bawa tua terubah tidak. Setidaknya mengingatkan kepada peran orang tua sebagai Pembina paling dekat dengan kehidupan anak-anaknya. Harus ada dalam hati dan pikiran mereka bahwa kewajiban untuk memengaruhi kehidupan yang lebih bermartabat karena alasan Sang Pencipta yang menghendakinya. Ingat jangan lupa, bahwa suatu saat nanti akan kembali ke hadapan-Nya untuk mempertanggungjawabi segala rekan jejak selama hidup di dunia.

Nah, jika pesan ini sampai kepada setiap orang tua, maka bisa dipastikan mereka akan mengajarkan kebaikan agar tidak salah melangkah. Kebiasaan baik akan terbawa hingga dewasa dan tua.

Kang Yudha
Sumber gambar: https://www.alodokter.com/tidak-sulit-ini-cara-mengajarkan-sopan-santun-pada-anak

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

One Comment on “Kecil Teranja-anja Besar Terbawa-bawa Tua Terubah Tidak”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *