Ketahanan Pangan

Belajar kembali memperkenalkan budidaya tanaman kepada anak-anak bukan barang baru sebenarnya. Sudah dilakukan banyak sekolah dan sangat popular sejak sekolah berbasis alam merutinkan dalam kurikulum berkebunnya. Ya, bukan ingin meniru, tapi mengaplikasikan bahwa budidaya tanaman perlu sabar, perlu tekun, perlu telaten, perlu kerja keras, perlu tawakal. Ada nilai-nilai yang tidak bisa ditinggal di belakang ranah pengetahuan.

Saya termasuk yang membersamai kegiatan berkebun sejak awal bergabung di sekolah berbasis alam. Kini dengan semangat yang berbeda, saya luangkan waktu untuk membangun entrepreneurship sekaligus socialpreneurship, baik terhadap anak-anak maupun guru dan yayasan. Berharap dengan memperkenalkan sedini mungkin, kami sebagai bagian umat manusia akan mengerti pentingnya menjadi pengusaha berjamaah. Pengusaha dari nilai agraris yang pada akhirnya akan kembali di suatu masa kepada kebutuhan esensial hajad hidup umat ini, yaitu kebutuhan akan makanan.

Ya, seperti kita ketahui bersama bahwa populasi dunia meningkat tajam. Saya dapat dari Kompas.com saat peringatan hari Populasi Dunia sebagai acara tahunan yang dirayakan setiap tanggal 11 Juli dengan tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang populasi global yang diprakarsai oleh Dewan Pengurus Program Pembangunan PBB pada tahun 1989 ada peningkatan populasi yang tidak biasa. Sebenarnya butuh ratusan ribu tahun bagi populasi dunia untuk tumbuh menjadi 1 miliar. Namun seiring berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan hanya dalam 200 tahun, populasi dunia tumbuh tujuh kali lipat. Menurut situs resmi United Nation, pada 2011 jumlah penduduk dunia mencapai angka 7 miliar orang. Kemudian di 2016 mencapai 7,4 miliar orang dan jumlah penduduk dunia 2020 sudah 7,7 miliar orang. Bahkan diperkirakan pada 2030 akan tumbuh mencapai 8,5 miliar penduduk dan pada 2050 mencapai 9,7 miliar penduduk. https://www.kompas.com/skola/read/2020/07/11/140300869/jumlah-penduduk-dunia-2020.

Nah, ketersediaan lahan yang semakin menyusut berbanding terbalik dengan populasi manusia yang meningkat tersebut, mau tidak mau manusia perlu terampil dalam menyiapkan produksi makanan yang dasarnya adalah budidaya tanaman dan ternak. Khususnya budidaya tanaman menjadi skala prioritas, mengingat ketersediaan lahan masih ada walau mulai menyusut.

Memperkenalkan anak-anak, guru, dan juga masyarakat pada budidayanya berarti akan membentuk kesadaran akan ketahanan pangan, usaha budidayanya, dan membangun kebersamaan bersama masyarakat.

Kang Yudha

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *