Kisah Para Nabi eps 101. Kisah Nabi Yahya, “Kehidupan Nabi Yahya”.

KISAH NABI YAHYA
Episode 101

Bismillah
Kehidupan Nabi Yahya

Datanglah musim semi di Palestina. Hamparan tanah menghijau dan langit cerah. Burung-burung menyenandungkan lagu bahagia. Pemandangan terlihat begitu indah.
Disaat bersamaan telah lahir seorang anak manusia yang kelak akan menjadi nabi. Dialah Yahya bin Zakaria. Kelahiran Nabi Yahya adalah sebuah mukjizat. Beliau lahir setelah ayah Nabi Zakaria telah lanjut usia. Beliau lahir di tengah-tengah doa suci yang dilantunkan.
Nabi Zakaria sangat beruntung mempunyai Yahya. Di usianya yang masih anak-anak Allah telah memberikan kecerdasan dan kebijaksanaan.
Ketika usia Nabi Yahya sudah dewasa, ia mulai melihat bahwa rakyatnya perlu dibimbing untuk mengenal Allah. Oleh karena itu Nabi Yahya bertekad untuk membantu ayahnya berdakwah.
Nabi Yahya dikenal sebagai orang yang berhati lembut, akan tetapi beliau tidak pernah ragu menyampaikan kebenaran.
Pada masa kehidupan Nabi Zakaria dan Nabi Yahya, negeri Palestina dikuasai kekaisaran Romawi. Palestina dipimpin oleh raja yang kejam yaitu Herodus. Raja ini senang berfoya-foya dan suka mengadakan pesta memakai uang rakyat.
Kehadiran Nabi Yahya di tengah masyarakat dapat membuat masyarakat menjadi tenang. Beliau selalu menghibur dan membesarkan hati orang-orang yang teraniaya.
Melihat hal ini raja Herodus resah dan curiga. Raja takut akan kekuasaannya diambil oleh Nabi Yahya. Rakyat sudah menjadikan Nabi Yahya sebagai pemimpin umat.
“Orang ini berbahaya. Kita harus mengawasi dia,”kata Herodus kepada prajuritnya.
Pada suatu hari terdengar kabar bahwa raja Herodus akan menikah dengan keponakannya yaitu Herodia. Herodia aadalah wanita yang cantik tetapi sifatnya buruk sama seperti raja Herodus.
Ketika rencana pernikahan itu sudah tersebar luas, termasuk terdengar ke telinga Nabi Yahya. Tiba-tiba Nabi Yahya mengingatkan bahwa pernikahan itu dilarang. Seorang paman tidak boleh menikahi ponakannya karena itu perbuatan haram.
Masyarakat terkejut mendengar apa yang disampaikan Nabi Yahya. Dan penyataan Nabi Yahya pun sampai terdengar di istana raja Herodus dan Herodia.
Mendengar itu, Herodia sangat marah, karena dia merasa dihalangi untuk menikah dengan pamannya. Ia khawatir cita-citanya ingin menjadi permaisuri gagal. Herodia tiba-tiba tersenyum,
Keesokan harinya ia bertemu dengan raja Herodus, dan menceritakan keresahan atas ucapan Nabi Yahya yang menghalangi niatnya untuk menikah denganya.
“Lantas apa yang engkau inginkan,”tanya raja Herodus.
Dengan mesra ia membisikkan sebuah ide ke telinga raja Herodus,”Aku ingin engkau menangkap Yahya dan membunuhnya.”
Raja pun mengganguk tanda setuju dengan usul Herodia.
Dengan waktu yang tak lama, pasukan Romawi pun dapat menangkap Nabi Yahya dan pengikutnya. Setalah tertangkap Nabi Yahya disiksa kemudian dibunuh dengan kejam oleh Herodus.
Nabi Yahya meninggal dalam keadaan mulia, yaitu meninggal dalam menegakkan kebenaran.
Hikmah:
1. Berani berkata benar walaupun nyawa taruhannya.
2. Kejahatan dan kemaksiatan merupakan sebab turunnya bencana dan azab.
3. Di antara sifat kaum yahudi adalah kufur, ingkar dan suka membunuh para nabi.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *