Kisah para nabi eps 95. Nabi Yunus ” Di Dalam Perut Ikan””

NABI YUNUS

  1. Episode 95

    Bismillah
    Tasbih Nabi Yunus
    Nabi Yunus tiba di sebuah pantai. Ia berdiri di sana hingga menemukan sebuah kapal besar tengah merapat. Ketika kapal hendak berlayar kembali, Nabi Yunus meminta izin kepada pemilik kapal agar dirinya diperkenankan menaiki kapal dan berlayar bersamanya.
    Tatkala kapal berlayar dan sampai di tengah lautan, ombak mulai meninggi dan saling berbenturan. Ombak pun menghantam dinding kapal hingga air-air mulai masuk ke dalam kapal.
    Akibat muatan kapal yang berat, sebagian besar barang muatan yang ada di kapal dibuang ke laut. Tapi karena muatannya masih memberatkan kapal, akhirnya diputuskan untuk mengurangi satu orang penumpang, demi keselamatan penumpang yang lain dari bencana tenggelamnya kapal.
    Nakhoda dan awak kapal lainnya berunding, hasilnya para penumpang akan diundi namanya. Barang siapa yang namanya keluar, maka akan dilempar ke laut. Undian pun dilakukan. Semua penumpang terdiam, menunggu dengan perasaan cemas. Dan hasil undian itu hasilnya mengejutkan. Setiap kali undian itu diulang maka yang keluar adalah nama Nabi Yunus. Tiga kali undian itu diulang yang keluar tetap nama Nabi Yunus.
    Para awak kapal dan penumpang lain merasa sedih, kenapa harus orang saleh itu yang namanya keluar. Nabi Yunus termenung. Kini ia sadar, hasil undian itu sebenarnya keputusan Allah. Dengan menguatkan hati dan mengucapkan “Bismillah”, Nabi Yunus terjun ke laut. Tubuhnya langsung menghilang ditelan ganasnya gelombang lautan.
    Di lautan, tubuh Nabi Yunus tenggelam terbawa arus lautan yang ganas. Tiba-tiba seekor ikan paus besar mendekatinya dan langsung menelannya hidup-hidup. Tubuhnya langsung masuk ke dalam perut ikan paus.
    Setelah menelan Nabi Yusuf, ikan paus itu pun berenang semakin ke dalam lautan. Nabi Yunus merasa dirinya sudah mati. Beliau berusaha menggerakan inderanya. Dan ternyata semuanya masih bergerak. Di dalam perut ikan paus Nabi Yunus hanya bisa menangis dan bertasbih kepada Allah.
    Suasana gelap yang berlapis-lapis membuat kondisi begitu mencekam. Mula-mula hanya hatinya yang bertasbih, lama kelamaan lidahnya juga ikut bergerak mengucapkan tasbih.
    “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”
    Kalimat ini terus menerus diucapkan oleh Nabi Yunus, beliau terus menangis dan menangis. Beliau tidak makan, tidak minum dan tidak bergerak. Beliau terus berpuasa. Makanannya hanya bertasbih, bertasbih dan bertasbih.

    Gambar diambil dari
    Kuliahislam.com

    Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *