Mau Tinggal di Asrama?

“Lu ngapain masuk situ, Da. Mending juga di kosan Baranangsiang. Banyak pilihan. Lu gak repot. Lagian juga kumuh keliatannya.”

“Gue dah gak betah di kosan lama, Jhon. Kurang menantang. Sekamar, dah kerja yang sekamar ma gue. Satunya punya rencana pindah ke Dramaga di Fakultas Kehutanan. Dua lagi emang masih di sini sih karena emang kuliahnya gak jauh.”

“Nah tuh, kan. Berarti masih ada temen di kos lama, Da. Bukannya udah enak tinggal di situ?”

“Gue sih gak ada masalah, Jhon. Cuma butuh suasana baru dan teman yang lebih banyak aja. Biar rame gitu. Elu tahu sendiri, kan. Di asrama itu orangnya segudang. Gue bisa dapat pengalaman lebih dengan ketemu banyak orang.”

“Itu sih terserah elu, Da. Gue saranin di kos aja. Banyak orang itu banyak masalah. Entar malah kuliahnya terganggu. Lu gak bisa konsen, lagi.”

Aku hanya tersenyum mendengar penjelasan Jhon, teman satu kelompok praktikum. Ya, tidak salah nasihatnya. Aku sering berdiskusi dengannya tentang banyak kegiatan di kampus. Namun, tidak salah juga kalau aku ingin suasana baru yang berbeda agar lebih kerasan tinggal di Bogor. Maklumlah selama ini aku sebagai anggota dari keluarga kecil butuh lebih banyak bersosialisasi dengan banyak orang. Ya, yang terpikir olehku, lebih bebas sajja. Kapan saja bisa main tenis meja, main bulu tangkis, ataupun main bola voli yang ada di asrama itu.

Dua kali berkunjung ke asrama saat kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan. Entah mengapa juga harus kuliah di sana, aku tidak ingat lagi. Padahal aku terdaftar diterima di Jurusan Budi Daya Pertanian Fakultas Pertanian bukan di Fakultas Kedokteran Hewan. Mungkin pengenalan fakultas setelah dinyatakan lulus dan naik di tingkat dua. Ya, khas kampus IPB, mahasiswanya baru di OSPEK setelah tingkat dua. Sepekan ikut OSPEK fakultas, sepekan ikut OSPEK jurusan.

Lokasi asrama yang kuincar memang dekat dengan Fakutas Kedokteran Hewan. Sementara Fakultas Pertanian harus naik bemo dulu atau kalau lagi “bokek”, ya jalan kaki mengitari seperlima Kebun Raya Bogor. Malas, bukan. Namun, kok aku malah bersemangat ingin menjajal masuk Asrama Ekasari. Tidak masuk nalar banyak teman seperti Jhon.

IPB sendiri punya banyak asrama mahasiswa. Ada asrama putri ada asrama putra. Asrama Putrinya terletak nempel dengan kampus. Sementara asrama putra yang berada di sekitar Baranangsiang lumayan banyak. Ada Asrama Ekalokasari di Tajur, Asrama Sukasari di Sukasari, Asrama Wisma Raya yang sudah tidak lagi ditempati. Asrama Felicia sebagai markasnya HMI. Asrama Ekasari letaknya tepat di depan Asrama Felicia. Aku tidak tertarik masuk Felicia. Mungkin lantaran kecil hanya menaungi belasan mahasiswa saja. Sementara Ekasari full mahasiswa. Hampir semua abjad menjadi kamar dengan isi setiap kamar empat orang. Bisa dibayangkan, betapa ramainya isi asrama.

“Mau tinggal di sini?” tanya seorang senior asrama yang kujumpai.

“Iya,” jawabku enteng.

“Berat. Entar gak kuat, loh. Malah nyesel,” katanya lagi.

-bersambung

Kang Yudha
Sumber gambar: googlemap.com

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *