Menemukan Gagasan

Ya, mencari gagasan memang tidak mudah, apalagi menemukannya. Bagi penulis pemula seringkali bingung terkait gagasan menulis, jika tidak difokuskan pada pokok tema tulisan. Kali ini saya mengajak penulis pemula menemukan gagasan dari workshop satu jam yang dikemas secara online. Kegiatan ini sengaja dirancang untuk mengisi kekosongan kegiatan selama Pandemic Covid-19 yang mewabah dunia. Termasuk Indonesia yang tidak kunjung pulih.

Baiklah. Walaupun dibingkai dalam tema Menerbangkan Pesan Kisah-kisah Pandemi, tetapi workshop ini untuk membuka wawasan penulis pemula bagaimana mereka menemukan gagasan. Pada dasarnya ide cerita atau gagasan cerita bisa ditemukan dari imajinasi, referensi, dan pengalaman penulis sendiri. Pembahasannya adalah sebagai berikut. Tentu setiap orang memiliki imajinasi masing-masing. Seberapa luas dan dalam tergantung bagaimana sewaktu masa kecil dibentuk oleh lingkungan. Baik oleh orang tua maupun orang-orang yang ada di sekelilingnya. Beruntung jika memiliki orang tua yang emmberi kebebasan berpikir di masa itu. Sehingga ruang-raung imajinasi terisi penuh membawanya kea lam bawah sadar yang kemudian hari dapat membantunya mengkorelasikan imajinasi menjadi buah karya. Baik karya tulis, karya saintis, maupun karya pikiran yang luas. Intinya dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang konkret. Tidak sedikit peralatan yang digunakan untuk memudahkan kerja dalam kehidupan sehari-hari diwujudkan dari imajinasi. Maka imajinasi yang muncul dari dunia khayal dan mimpi-mimpi memberikan kehidupan masa depan bukan masa lalu yang lebih berarti. Saya terkesan dengan buku Melarung Rindu yang saya tulis. Beberapa ceritanya adalah yang dikembangkan dari imajinasi. Kisah Diena yang Terluka. Imajinasinya dibangun dari kalimat “Bagaimana cara paling tepat menjalani hidup?” Pertanyaan yang membuka pintu-pintu imajinasi. Saya membayangkan pada anak-anak di lampu merah yang menjadi pengamen jalanan. Kemudian dihubungkan dengan kehidupan anak-anak marjinal yang dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk menghasilkan pendapatan.

Lain lagi dengan referensi. Referensi bisa diperoleh dari membaca atau mengamati peristiwa yang ada di sekitar penulis. Bisa dari reseach yang direncanakan atau bisa juga karena situasi kondisi yang terjadi. Secara tidak sengaja menjadi data yang mengisi kepala penulis. Selain melalui research, saya memeroleh data dari membaca buku, menonton film atau konser, bisa juga dari hasil jalan-jalan yang saya lakukan. Nah sebagai tampilan yang saya suguhkan adalah konser dari anak-anak sekolah asrama di Perancis tahun 1900-an. Isinya seperti ini. Touch the ocean gently.Carry a bird so light. Returning from places covered in snow. Fleeting air of winter. Far away your echo is leaving. Castle in the air. Turn with the wind, swirl around, use your wings. In the grey dawn of the rising sun. Find your way towards the rainbow. Spring will unfold. Touch the ocean gently. Put down the bird so light. On a stone on an island inundated. Fleeting air of winter. Finally your breath is leaving. Far away into the mountains. Turn with the wind, swirl around, use your wings. In the grey dawn of the rising sun. Find your way towards the rainbow. Spring will unfold. Come to rest on the ocean. Kira-kira begini terjemahannya. Sentuh laut dengan lembut Bawa burung begitu ringan Kembali dari tempat yang tertutup salju. Udara musim dingin yang sekilas. Gemamu pergi jauh. Kastil di udara Berputar bersama angin, berputar-putar, menggunakan sayapmu. Fajar yang berwarna abu-abu ketika matahari terbit Menemukan jalan menuju pelangi. Musim semi akan terbuka Sentuh laut dengan lembut Burung itu begitu ringan. Di atas batu di sebuah pulau yang tergenang air. Sekilas udara musim dingin Akhirnya napasmu pergi Jauh ke pegunungan. Berputar bersama angin, berputar-putar, menggunakan sayapmu. Di fajar yang berwarna abu-abu ketika matahari terbit Temukan jalan menuju pelangi. Musim semi akan terbuka Datang untuk beristirahat di laut. Ada banyak pengayaan untuk dituliskan dari konser tersebut. – bersambung

Kang Yudha
Sumber gambar: pinterest.com

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *