Mengemas Belajar dengan Wisata Edukasi

Belajar menyenangkan di luar sekolah. Belajar di luar kebiasaan sehari-hari. Dikemas dengan rencana yang matang dan pendampingan penuh guru kepada seluruh siswa yang ikut serta.

Pada hari Rabu, aku sudah siap pergi outing ke Monas dan Munas. Monas adalah monumen nasional sedangkan Munas adalah museum nasional. Letak keduanya berdekatan bahkan berseberangan. Keduanya adalah tempat bersejarah bagi negara Indonesia. Di sekolah kami dibagi kelompok. Kami semua berangkat ke halte bus tempat menunggu bus Trans Jakarta di daerah Ragunan. Selama di bus, aku dan teman-teman sering bercanda karena bosan menunggu sampai di lokasi. Sampai akhirnya tiba di halte pemberhentian Monas. Kami segera turun dan menuju Monas sebagai kunjungan pertama.
Di Monas kami naik ke puncak dan ternyata indah sekali. Kami membeli koin untuk melihat pemandangan dengan teropong yang dipasang permanen. Saat melihat dari teropong (lagi-lagi) aku berucap, “Indah sekali penampakan di bawah sana.” Maksudnya pemandangannya indah. Selesai melihat pemandangan dari atas Monas, kami mengerjakan worksheet dan turun untuk Shalat Zuhur dan juga makan siang. Kemudian kami segera keluar dan menunggu mobil jemputan keluar Monas dengan tujuan Munas. Namun, sayang hujan turun. Kami cepat-cepat masuk ke mobil yang baru saja datang dan segera pergi menuju Munas. Di dalam museum nasional suasananya seram sekali dan juga sepi, tetapi aku tidak takut. Di dalamnya banyak benda bersejarah. Peninggalan kerajaan-kerajaan jaman dahulu kala. Tentunya sangat berharga untuk negara ini. Kami belajar banyak hal. Setidaknya saya tahu bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya, kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Setelah selesai di lorong terakhir, kami keluar lalu Shalat Asar dan makan snack siang. Setelah itu kami pulang ke sekolah. Sampai di sekolah aku pulang duluan karena sudah dijemput. (Dhika – Kelas 4 SD, 18 Oktober 2010)

Memang benar bahwa karya wisata akan meningkatkan semangat dalam belajar karena siswa melihat langsung objek belajar dan dilakukan secara sangat menyenangkan. Menambah pengalaman baru yang mungkin sulit dilakukan bersama keluarga saja.

Pada pembelajaran karya wisata Anda perlu merancang terlebih dulu terutama terkait lembar kerja dan alur kegiatan yang akan dilakukan di lokasi. Jika Anda sebelumnya telah memberi gambaran kepada siswa melalui metode simulasi maka setidaknya siswa dapat lebih memahami situasi dan kondisinya di lapang. Anda tinggal mengingatkan apa yang sudah disimulasikan sebelum keberangkatan.

Karya wisata ke hutan lindung, dapat memanfaatkan belajar rubbing dan mengukur lingkar batang tanaman. Kegiatan belajar ini akan memberi kesan yang mendalam pada siswa.

Kelebihan karya wisata
1. Memberikan pengajaran langsung dengan memanfaatkan lingkungan nyata.
2. Siswa mendapatkan pengalaman belajar tanpa dibatasi informasi buku.
3. Anda akan mudah mengarahkan karena seluruh siswa semangat mengikuti materi belajar langsung.
4. Membangun interaktif komunikasi yang baik antara Anda dan siswa setelah proses dijelaskan secara bertahap

Kekurangan karya wisata
1. Memerlukan persiapan Anda dan juga melibatkan banyak personal.
2. Anda perlu merencanakan dengan matang, jika perencanaan kurang maka model karya wisata tidak ubahnya dengan perjalanan biasa.
3. Memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan siswa sehingga dapat menerima materi dengan baik.
4. Biaya sangat mahal namun jika dikelola bersama akan lebih terukur.
5. Jangan lupa bahwa Anda bertanggung jawab penuh atas rombongan sehingga perlu banyak antisipasi. Seperti klinik dokter terdekat dan pos polisi terdekat.

Kang Yudha

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *