Menuliskan Outline

Terakhir adalah pengalaman. Pengalaman dapat diperoleh dari diri sendiri dan orang lain. Contohnya saya ambil dari salah satu cerita di buku Selaksa Cinta Bunda. Saya menceritakan tentang pengalaman masa kecil bersama orang tua yang memberi pengaruh dalam mendidik. Juga akhirnya membandingkan cara mendidik mereka (orang tua) dengan cara saya mendidik anak-anak saya. Cerita ini murni diambil dari pengalaman masa kecil yang akhirnya saya harus mengakui bahwa orang tua saya mendidik dengan hati.

Nah setelah mendapat ide atau gagasan, maka langakh selanjutnya adalah menuliskan dalam outline. Outline adalah kerangka atau garis besar. Isinya tentang rencana penulisan yang akan dibuat. Berupa rangkaian ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Saya mengarahkan pada skema mind mapping. Berdasarkan pengalaman saya, bentuk ini memudahkan penulis mengembangkan gagasannya dalam ceritanya. Membuat penulsi tidak bingung karena sudah ada jalur yang akan dituliskan kelak. Bisa juga sebagai bahan presentasi ke pembaca atau siapa pun orang yang tertarik pada tulisan tersebut. Intinya membuat penulis focus pada ceritanya. Menjamin kelengkapan materi yang akan dituliskan.

Sebagai mentor kali ini saya mengingatkan para penulis pemula bahwa menulis adalah keterampilan yang harus diasah sepanjang hidup. Belajar dan terus belajar. Menularkan pengalaman, baik menjejakkan imajinasi, pengembangan diri, maupun pengalaman hidup diri sendiri atau pun orang lain adalah cara memperkaya literasi masyarakat. Kegitan ini berharap memberi manfaat.

Konsekuensinya adalah saya harus menyiapkan materi berikutnya yang akan saya presentasikan secara online kembali agar penulis dapat mengetahui proses pembentukan cerita yang sebenarnya sedarhana, tapi sulit dituliskan karena umumnya penulis pemula malas mencatat dan kurang memperkaya wawasan dalam banyak aspek. Lebih sering menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, tanpa mencatat hal-hal penting yang mungkin berguna di masa depan. Nah kebiasaan itu perlu ditulaskan agar ide yang diperoleh tidak lepas kembali saat dibutuhkan. Saya menceritakan kepada penulis tidak bisa hanya diingat saja tapi perlu ditliskan agar tidak hilang. Karena ide itu mahal. Belum tentu mudah ditemukan. Saya mengalami beberapa kali dan menyesal setelah tahu ide itu hilang karena lupa.

Kang Yudha
Sumber gambar: pinterest.com

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *