Muhasabah

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Hasyr: 18).

Berdampingan dengan hadist riwayat Tirmidzi. “Orang yang sempurna akalnya ialah yang mengoreksi dirinya dan bersedia beramal sebagai bekal setelah mati. Dan orang yang rendah adalah yang selalu menurutkan hawa nafsunya. Disamping itu, ia mengharapkan berbagai angan-angan kepada Allah.” (dikatakan bahwa hadits ini hasan).

Mau tidak mau saat menjenguk salah satu famili jauh menggetarkan perasaan yang membuat saya sedih luar biasa. Tidur panjang dalam tempat tidur dorong secara rutin darahnya dicuci. Buat pertama kali adalah pengalaman menakutkan.

Akan sampai di sini sajakah usiaku? Apakah bisa sembuh? Kapan bisa bercengkerama dengan keluarga dan kerabat seperti dulu? Apakah ada peluangnya untuk itu?

Sungguh saya bergeming saat tangannya minta dipegang dan bergetar. Tanpa malu lelaki tegar itu menangis yang belum pernah saya saksikan sebelumnya.

Terbayang kerja kerasnya selama ini. Membiayai istri dan anak-anaknya. Menjemput dari perjalanan-perjalanan di akhir kegiatan rutin. Selalu menjadi kebanggaan keluarga tanpa diduga kini harus menjadi pesakitan di kamar rumah sakit.

Akankah itu terjadi pada saya? Sangat mungkin saya mengalaminya mengingat diabetes menjadi penyakit turunan dari kakek. Ayah saya, kakaknya dan kakaknya lagi punya bibit penyakit ini.

Ya, famili jauh saya itu mengidap penyakit yang sama. Efeknya bisa kemana-mana. Jika ke mata, akan buta. Jika menjalar ke paru-paru akan terendam. Jika ke hati akan rusak. Jika ke jantung menimbulkan kebocoran. Kebetulan famili saya penyakitnya menyerang ginjal. Ginjalnya mengecil. Tepatnya menyusut tidak berfungsi. Otomatis kedua ginjalnya tidak mampu menyaring darah.

Saya terkesima. Saya doakan dan memberi semangat bahwa ajal sudah ada pemiliknya. Biarkan itu menjadi rahasia. Manusia berikhtiar mencari kesembuhan.

Membesarkan hatinya bahwa masih banyak kesempatan untuk sehat, memperbaiki diri dari kesalahan. Menjadi peringatan untuk banyak memohon ampunan. Mengikhlasan sakitnya untuk menggugurkan dosa yang tidak terbayar. Karena hanya kepada-Nya segala permohonan akan terkabulkan. Keberuntungan ini yang jarang dirasakan.

Semoga menjadi yang terbaik. Aamiin.

Kang Yudha
Sumber gambar: Foto pribadi

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *