“Ngerasain” Jadi Petani

Petani, profesi yang banyak dicibir orang karena terbayang tidak punya lahan sebagai buruh upahan, kotor setiap saat bergelut dengan tanah dan lumpur, pekerja kasar, telapak tangan jadi kapalan, kulit menghitam, busik pula. Sepertinya tidak ada baik-baiknya. Namun ada juga juragan petani yang tidak bisa dianggap sebelah mata. Tuan tanah dan memiliki banyak pekerja kasar yang siap melayani apa kata tuannya.

Padahal jika mencermati perkataan Imam al-Mawardi bahwa bercocok tanam adalah profesi yang paling terhormat di antara pedagang dan pekerja pabrik. Kenapa demikian? Tidak lain pekerjaan sebagai petani menuntut keuletan, kerja keras, dan sikap tawakal sungguh-sungguh kepada Allah SWT. Hal tersebut terkait dengan sebuah hadis tentang keutamaan bertawakal, yaitu “Orang yang bertawakal akan masuk surga tanpa hisab.”

Mulia, bukan? Salah satu ayat Quran yang memberi semangat pada petani pada surat Al An’am: 99, dikatakan bahwa “Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak.”

Saya meyakini dengan bertani, manusia akan selalu tunduk kepada Sang Pencipta. Setiap saat sejak pengolahan lahan hingga pasca panen, yang keluar dari mulutnya adalah doa. Berdoa agar pengolahan tanahnya dapat menumbuhkan benih atau bibit yang akan ditanam. Berdoa agar cuaca bersahabat. Berdoa agar tanaman yang sudah tumbuh dikuatkan batangnya dan diberi kesehatan atas gangguan hama penyakit. Berdoa agar gulma yang tumbuh liar tidak menghambat pertumbuhan tanaman utamanya. Saatnya panen berharap hasilnya melimpah dan mudah dalam penjualannya.

Jadi memang selalu ada doa. Maka wajarlah menjadi petani adalah profesi yang dekat dengan Allah SWT.

Satu hal berhubungan dengan budidaya tanaman yang dilakukan petani, setidaknya mengasah pengetahuan, keterampilan, dan sikap diri kepada Pencipta dan kepada sesama profesi petani. Pengalaman adalah guru terbaik karena seorang petani akan mengalami pasang surutnya keberhasilan budidayanya. Seperti roda yang berputar, kadang berada di posisi paling atas dan kadang di posisi paling bawah dan itu pengalaman yang diperoleh sehingga melatih sikap hidupnya lebih bijaksana.

Percaya? Coba saja.

Kang Yudha

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *