Ocean School

Terima kasih Mba Hani dari Yayasan Jari yang telah menawarkan kerja sama dengan Ocean School sebagai kegiatan mengenal lebih jauh tentang lautan. Saya sangat senang walau sebenarnya Pesantren Masyarakat Digital masih baru sementara kegiatan ini cocok untuk tingkat SMP. Ya, usia 11 tahun di Canada setara dengan 13 tahun di Indonesia. Namun demikian kami diberi kesempatan terutama guru-guru untuk belajar tentang lautan dan memperdalam bahasa Inggris.

Sedikit tentang Ocean School. Universitas Dalhousie dan Ocean Frontier Institute telah bekerja sama dengan Dewan Film Nasional Kanada untuk membuat Ocean School. Ocean School adalah pengalaman belajar berbasis penyelidikan gratis dan inovatif.

Di Ocean School, peserta didik menjelajahi habitat di dasar Teluk St. Lawrence dengan realitas maya. Mereka berpose dengan paus seukuran aslinya, dan membedah cod virtual. Melalui animasi orisinal yang memukau, mereka belajar tentang sejarah ikan kod dari sudut pandang seniman penduduk asli. Video 360° membawa mereka ke tempat yang tidak pernah mereka kunjungi melalui kegiatan menyelam di hutan rumput laut atau menelusuri di pulau tropis 300 mil lepas pantai Kosta Rika.

Pengalaman Ocean School dimulai dengan memberikan pertanyaan besar kepada pelajar menjadi sebuah tantangan yang memandu pertanyaan mereka. Setiap media dilengkapi dengan aktivitas yang dapat disesuaikan yang dapat ditetapkan oleh pengajar melalui Google Class atau unduh untuk digunakan di kelas. Di akhir modul, pelajar mengembangkan rencana “Tindak Lanjut” untuk mengatasi masalah sosial dan lingkungan kritis yang telah mereka pelajari.

Ocean School memberdayakan generasi berikutnya warga samudra, peneliti, dan inovator, dengan pengetahuan dan alat untuk menyelidiki dan merancang solusi inovatif untuk menghadapi tantangan yang semakin cepat yang dihadapi lautan dunia.

Ocean School cocok untuk semua orang. Mereka mengundang semua pelajar seumur hidup untuk mendaftar dan menjelajahi pengalaman imersifnya. Pengunjung akan melihat lautan dengan cara baru. Ocean School juga dirancang untuk siswa dan pendidik. Bagaimana dengan seorang pendidik? Segera daftar dan teliti ruang guru mencakup banyak sumber daya tambahan untuk mendukung penggunaan Ocean School di kelas belajar.

Ocean School tersedia dalam dua bahasa, yaitu Inggris dan Prancis. Indonesia? Kita belajar yuk.

Apa pendekatan belajarnya? Tidak lain pembelajaran berbasis inkuiri. Ocean School bertujuan untuk membangun masyarakat yang melek lautan dengan menantang peserta didik untuk berpikir kritis, mengajukan pertanyaan, menjelajahi berbagai perspektif, dan mengambil tindakan positif untuk meningkatkan lautan dan ekosistem yang saling berhubungan. Tujuannya adalah “pemberdayaan” melalui pembelajaran berbasis penyelidikan yang digerakkan oleh tindakan untuk membawa perubahan lingkungan dan sosial.

Pembelajaran berbasis inkuiri mendorong siswa untuk memimpin dalam pengalaman belajar mereka. Mengajukan pertanyaan mereka sendiri dan mengumpulkan bukti. Siswa dapat mempraktikkan keterampilan yang mereka butuhkan untuk berpartisipasi dalam penciptaan pengetahuan. Dalam program Ocean School, pengalaman media dirancang untuk mendukung penyelidikan terbuka atas pertanyaan atau masalah. Siswa dan guru berbagi tanggung jawab untuk mengidentifikasi masalah yang dapat diselidiki lebih lanjut oleh siswa. Bersama-sama, mereka terlibat dalam pemikiran kritis, pengumpulan dan analisis bukti, penalaran logis, dan pemecahan masalah secara kreatif. Keren kan. Ikutan yuk.

Kang Yudha

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *