Padang Mangatas

Padang Mengatas juga merupakan lahan perkebunan masyarakat. Ada yang menanam pisang, cabai, dan lain-lain. Lahan tempat kami menyabit rumput bersebelahan dengan lahan pembiakan ternak sapi milik Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota.

Jalan menuju Padang Mengatas cukup memberikan tantangan bagi aku yang tak mampu berenang. Karena melewati sungai. Waktu itu kami pergi menyabit rumput saat cuaca mendung. Sesampai kami di Padang Mengatas, hujan turun dengan deras sehingga air sungai melimpah.

Melihat air sungai melimpah, aku cukup kaget dan ketakutan. Karena beban rumput yang ada di kepala sudah terasa sangat berat. Sebab bila kami menyabit rumput setelah hari hujan, maka rumput yang kami bawa itu mengandung air. Maka sangat sulit membawa rumput melewati sungai yang airnya sudah penuh dan mengalir sangat deras. Bila aku pergi sendirian, sudah pasti tidak akan mampu melewatinya. Namun, saat itu aku bersama suami. Alhamdulillah rasa ketakutan itu bisa hanyut beserta derasnya air sungai.

Rumput yang ada di kepala diturunkan dulu, kemudian aku di seberangkan oleh suami. Setelah aku sampai di seberang sungai, baru suamiku kembali menyeberangi sungai untuk menjemput rumput yang tertingga. Dua kali bolak-balik menyeberangi sungai, baru kemudian perjalanan bisa kami lanjutkan.

*****

Cerita dari Ibu Guru Harlisnawati menggambarkan alam Sumatra yang sangat indah. Berbukit-bukit dan bergunung-gunung serta masih hijau dengan pepohonan besar yang memberi suasana sejuk. Kadang jika tidak tahu memahami liku-liku konservasinya menjadi penghalang besar. Mengelola alam harus bijaksana. Menggunakan seperlunya tidak serakah. Mengambil sesuai kebutuhan tidak menghabiskan secara serampangan.

Menurut https://www.gurupendidikan.co.id/konservasi manfaat dari kawasan konservasi terhadap ekosistem, yaitu sebagai berikut:
1. Melindungi kekayaan ekosistem alam dan memelihara suatu proses – proses ekologi ataupun keseimbangan ekosistem dengan secara berkelanjutan.
2. Melindungi spesies flora dan fauna yang langka atau hampir punah.
3. Melindungi ekosistem yang indah, menarik dan juga unik.
4. Melindungi ekosistem dari suatu kerusakan yang disebabkan oleh faktor alam, mikro organisme dan lain sebagainya.
5. Menjaga kualitas lingkungan agar tetap terjaga, dan lain sebagainya.

Bersyukur hidup di daerah seperti yang digambarkan ibu guru dari Kabupaten Lima Puluh Kota. Masih terjaga dan asri. Tinggal bagaimana menjaja kekayaan ini tetap terpelihara hingga anak cucu kelak.

Kang Yudha
SUmber gambar: https://www.inews.id/travel/read/memandang-keindahan-padang-rumput-mangateh-sumbar-mirip-new-zealand

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

One Comment on “Padang Mangatas”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *