Palang Merah Indonesia

Tahukah teman-teman bahwa tanggal 17 September diperingati sebagai hari Palang Merah Indonesia? Saya juga sebenarnya tidak terlalu perhatian jika rekan guru tidak menceritakan flyer yang dibuatnya. Buru-buru saya googling tentang sejarah lembaga ini. https://id.wikipedia.org/wiki/Palang_Merah_Indonesia mengutarakan sejarah Palang Merah dengan lumayan rinci. Selain karena sejarah berdirinya sudah sangat lama. Orang Sunda menyebutkannya “zaman bahela”, dimulai sebelum Perang Dunia II, tepatnya 12 Oktober 1873. Menariknya nilai kemanusiaannya menumbuhkan kerelawanan yang sekarang semakin populer. Penanganan bencana, kesiapsiagaan penanggulangan bencana, kesehatan dan perawatan di masyarakat melahirkan tenaga sukarela.

Nah saya tergelitik dengan Palang Merah Indonesia yang lahir di Indonesia melalui https://mamikos.com/info/hari-palang-merah-indonesia/. Terutama fakta pembentukan Palang Merah Indonesia. Ternyata pembentukannya sempat ditolak kongres NERKAI pada tahun 1932. Sampailah tidak jelas keberadaannya. Baru tanggal 2 September 1945, Presiden Soekarno memerintahkan Menteri Kesehatan membentuk Badan Palang Merah Nasional untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia benar-benar telah merdeka. Pesan negara merdeka akhirnya keberadaan Palang Merah Indonesia diresmikan pada tanggal 17 September 1945 dengan ketua pertama Drs. Mohammad Hatta. Jadi sebagai perhimpunan nasional yang sah, PMI berdiri berdasarkan Keputusan Presiden No 25 tahun 1950. Kemudian dikukuhkan kegiatannya sebagai satu-satunya organisasi perhimpunan nasional yang menjalankan tugas kepalangmerahan melalui Keputusan Presiden No 246 tahun 1963.

Mengenai makna lambang Palang Merah Indonesia yang didominasi warna merah-putih menunjukkan nilai semangat keberanian, keikhlasan, dan kesucian terhadap penanganan korban. Garis merah lengkung sebanyak lima buah merupakan gambaran bunga melati sebagai identitas negara Indonesia sekaligus lambang lima dasar Pancasila.
Tidak salah adanya penghargaan tertinggi untuk para pendonor, yaitu berupa pin emas. Tahukah teman-teman bahwa setiap tahun Indonesia membutuhkan sekitar lima juta kantong darah sebagai pelayanan kemanusiaan. Pin emas akan disematkan kepada pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 75 kali. Selain itu akan mendapat piagam yang akan diserahkan langsung oleh presiden pada saat ulang tahun PMI setiap tanggal 17 September.

Dahsyat, kan? Namun, saya tidak berniat sejauh itu. Mendapatkan pin sebatas informasi saja. Mendonorkan darah dengan teratur saja sudah sangat bermanfaat buat saya pribadi dan juga orang-orang yang mendapat darah saya. Itu sudah lebih dari cukup.

Semoga bermanfaat.

Kang Yudha
Sumber gambar: Sekolah Alam Indonesia

Please follow and like us:
error

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis delapan belas buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan, 2019), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

One Comment on “Palang Merah Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *