Patah Sebelah Sayapku

Saya rasa tepat sekali dengan peringatan Hari Santri yang digadang pada tanggal 22 Oktober ini. Kebetulan saya membaca kisah Patah Sebelah Sayapku yang ditulis guru Binjai. Kisah tentang perjalanan hidup di pesantren dan hubungannya dengan keluarganya.
*****

Hingga akhirnya kak Aisyah berkata lagi, “Berkemaslah. Pulanglah.”

Kak Aisyah sembari merangkul pundakku.

“Bagaimana dengan izinku, Kak?” tanyaku pada Kak Aisyah.

Memang untuk bisa keluar dari asrama, kami para santri putri harus mendapat izin dari ibu asrama. Kalau tidak, kami tidak bisa keluar. Bagi siapa pun yang keluar tanpa izin akan mendapat hukuman atau pun sanksi yang sudah ditentukan dari asrama. Memang pesantren di mana tempatku belajar sangat ketat peraturannya.

“Kalau itu nggak usah dipikirkan. Kakak yang akan meminta izin kepada ibu asrama untukmu. Pokoknya kau bersiap dan berkemaslah. Kakak juga sudah siapkan tiket bus untuk kau pulang. Orangtuamu meminta kakak untuk mengurus ini semua,” jelas Kak Aisyah lagi.

Akhirnya Kak Aisyah kembali ke kamarnya dan aku pun berkemas dan bersiap-siap untuk pulang ke rumah.

Sore harinya aku berangkat pergi meninggalkan asrama putri untuk pulang ke rumah sesuai permintaan orangtuaku. Aku masih belum bisa tenang di dalam bus. Pikiranku semakin tak menentu. Pertanyaan-pertanyaan yang tadi pagi muncul dalam benakku kini kembali lagi datang mendera, semakin kuat rasa ingin tahuku. Namun, tak ada satu jawaban yang bisa menenangkan aku saat itu. Awalnya aku hanya seorang diri pulang ke rumah, tapi ketika aku baru sampai di terminal bus mendadak berjumpa seorang teman sekamar denganku. Usianya lebih tua dariku beberapa tahun. Namanya Kak Mamah. Ia tinggal di Kota Medan. Kak Mamah datang menyusulku bermaksud ingin menemani aku pulang.

Melihat kedatangan Kak Mamah aku bertanya, “Kak Mamah kok ada di sini?”

“Kakak ingin menemanimu pulang,” jawabnya.

Aku semakin bingung, kenapa tiba-tiba Kak Mamah ingin menemaniku pulang? Aku masih bertanya-tanya kok bisa dengan mudah Kak Mamah mendapat izin juga? Hanya dengan alasan ingin menemaniku pulang?

Mengingat payahnya untuk mendapatkan izin keluar asrama. Semakin tambah rasa curigaku. Namun itu hanya dalam rasa saja tak dapat dipastikan saat itu. Ada apa sebenarnya dengan kepulanganku ini? Karena Kak Mamah juga tak menjelaskan apapun. Padahal dari gelagatnya menimbulkan kecurigaan buatku. Aku yakin Kak Mamah tahu hal yang sebenarnya. Namun, ia tetap bertahan untuk tidak mengatakan apapun.

*****

Sepenggal kisah yang mengharu biru. Menjadi warga pesantren dan ikatan kekeluargaan di antara mereka. Ikatan persaudaraan yang kuat tidak bisa dipisahkan. Satu kegetiran menjadi kesulitan semua. Sama-sama menjaga. Sama-sama berkorban. Ikatan pesantren yang dirindu, ikatan Islam yang kental dengan rasa kekeluargaan yang tinggi.

Kang Yudha
Sumber gambar: https://anitaasmara.com/burung-patah-sayap/

Please follow and like us:
error

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis delapan belas buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan, 2019), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *