Perubahan Diri

Menyimak sepenggal cerita dari guru Jakarta, sepertinya ada bagian pengalaman yang sama yang saya rasakan. Masa bersama teman-teman SMA dan ingin berbeda sampai akhirnya kesadaran untuk mengubah diri itu hinggap di ruang pemikiran terdalam. Sampai kapan ini terjadi? Apakah ingin seperti ini saja? Tidak berubah sementara orang-orang di sekeliling kita berubah. Berusaha meraih cita-citanya yang entah kapan diraihnya. Namun, pasti ada tekadnya. Lalu saya kapan meraihnya?
*****
…..
…..
…..

Allah tak akan membiarkan hamba-Nya terus menerus dalam kesalahan. Aku beruntung karena Allah SWT mengulurkan tangan-Nya untuk menarikku dari kumpulan teman-teman yang salah. Aku tobat dan mulai mencari kegiatan yang positif.
Aku mengikuti kegiatan pesantren kilat. Di kegiatan tersebut aku merasa ”dikuliti” atas semua kesalahanku oleh pemberi materi (ustazah). Tampaknya ustazah itu telah menerima informasi tentang tingkah lakuku.
Aku bersujud dan menangis di sajadah malam itu. Teringat akan semua kesalahanku. Terbayang wajah kedua orangtuaku. Mereka pasti kecewa dengan sikapku.
Aku berjanji memperbaiki diri. Kututup auratku sebagai bukti ketaatanku kepada Penciptaku. Kumulai langkah baru di kelas tiga SMA dengan membaca bismillah, sebagai tanda aku ingin berubah.
Semua warga sekolah tercengang dengan perubahanku. Termasuk guru yang pernah kulempar petasan. Beliau ragu dengan perubahanku. Aku kuatkan tekad untuk hijrah. Aku mulai bercita-cita menjadi guru, sebagai wujud permohonan maafku atas kerja keras guruku.
…..
…..
…..

*****

Ya, sebagai manusia terhormat, kita harus berubah ke arah yang baik. Tidak mungkin selamanya berada di jalan yang rusak. Harus ada tekad dari diri, bahwa berubah adalah keniscayaan. Pasti dan pasti. Kata-kata itu yang harus diperjuangkan.

Kalau bukan diri sendiri siapa lagi. Kalau bukan sejak kini kapan lagi. Kalau bukan menjadi lebih baik jangan sampai sesal kemudian. Karena tiada arti lagi. Terlambat. Terlambat oleh banyak hal. Waktu yang tidak bergulir kembali. Peristiwa yang tidak berulang lagi.

Maka kuatkan diri untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik. Jika manusia sudah berusaha secara maksimal, Tuhan pasti tidak akan segan membantu melepaskan dari beban pikiran dengan sangat mudah.

Percayalah. Yuk jangan cemaskan kehidupan di masa depan, yang perlu dicemaskan jika kita tidak berbuat apa-apa lagi. Pesimis terhadap keadaan

Kang Yudha
Sumber gambar: https://magazine.job-like.com/5-tahapan-perubahan-diri-menjadi-lebih-baik/

Please follow and like us:
error

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis delapan belas buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan, 2019), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *