Protokoler Covid-19

“Kami memutuskan agar alat-alat bantu yang ada di sekujur tubuh bapak kami bisa dilepas. Seperti pesan Dokter, bapak kini hanya tergantung dari alat-alat itu. Kami tidak ingin berlama-lama membiarkan bapak dalam kondisi tidak menentu. Biarlah bapak kami tenang di akhir hayatnya.” Arya menyampaikan dengan berusaha tetap tenang walau ada pendaman kesedihan yang mendalam.
“Baik Pak. Saya menghormati keputusan keluarga Bapak. Tolong ditandatangani dokumennya. Nanti saya minta perawat mencabut semua peralatan yang melekat di tubuh Pak Mansyur.”
Setelah semua dokumen siap, mulailah satu per satu alat dilepas. Bu Murni hanya bisa berdoa dengan bersimbah air mata tanpa bisa menemani kepergian suaminya. Dokter telah menerapkan protokoler Covid-19. Pasien yang meninggal di masa pandemi tidak boleh didampingi. Bahkan hingga sampai dimakamkan. Segala urusan jenazah menjadi tanggung jawab pihak ruamh sakit.
“Keluarga Pak Mansyur, jenazah akan dimakamkan di daerah Bapak dengan pemakaman terpisah.” Petugas jenazah menginformasikan.
“Jenazah akan dimandikan dan dikafani di rumah sakit ini. Setelah itu bisa disalatkan dan kemudian dikuburkan di pemakaman tersebut,” lanjutnya.
“Tapi bapak saya bukan Covid, Pak. Hasilnya negatif,” Luna berusaha meluruskan pernyataan petugas.
“Benar, Bu.”
“Tapi mengapa bapak saya dikuburkan terpisah, seperti korban Covid?”
“Demikian protokolernya, Bu.”
*****

“Arya, Luna, Bayu. Ayo kemari. Setelah bapak dikebumikan. Sekarang kita doakan bapak agar husnul khotimah. Diampuni segala dosanya dan diterima di sisi Allah SWT.” Pak Bahtiar yang menjadi tokoh masyarakat berusaha membesarkan hati ketiganya.
“Kita ketahui bersama, bagaimana Hamzah alaihisalam wafat. Tubuhnya rusak karena dirobek Hindu. Hatinya diambil dan dimakan. Apakah kemudian Hamzah jadi orang yang terhina? Sekali-kali tidak. Hamzah adalah tokoh Islam yang dikenal sangat membela Rasulullah. Bedakan ruh dan jasad. Ruhnya akan kembali kepada Allah. Jasadnya menetap di bumi. Sekarang tinggal kita yang hidup mengurus jasad orang-orang yang kembali menemui Tuhannya. Ketahuilah bahwa ada tiga perkara yang akan dipertimbangan Allah di yaumil akhir. Amal jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak salaeh dan salehah. Kewajiban yang hidup adalah mengurus jenazahnya. Memandikannya, mengkafaninya, menyolatkannya, dan menguburkannya.”
“Mari kita doakan agar bapak kalian termasuk orang-orang yang beruntung. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu’anhu, waakrim nuzulahu wawasi’madkholahu, waghsilhu bil maai watstsalji wal barod, wanaqqihi min khotooya kamaa yunaqqotstsaubul abyadhu minadanas, wa abdilhu daaron khoiron min daarihi, wa ahlan khoiron min ahlihi, wa zaujan khoiron min zaujihi waqqihi fitnatal qobri, wa ‘adzabannar. Aamiin ya robbal alamin.” Pak Bahtiar menutup doanya.

-Selesai

Kang Yudha
Sumber gambar: https://asiatoday.id/read/terburuk-di-asean-langkah-indonesia-merespon-covid-19-dinilai-berantakan

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *