Qust Hindi

Beberapa waktu lalu saya ditawarkan mengonsumsi Qust Hindi untuk pencegahan penularan COVID-19. Wajar saja, Indonesia yang awalnya abai dan terdampak luar biasa dahsyat membuat masyarakat bingung. Satu sisi khawatir dengan penularan makhluk Allah yang tidak terlihat, di sisi lain perlu makan untuk hidup. Tidak usahlah memikirkan pemenuhan kebutuhan hidup sekunder atau tertiernya, yang primer saja sudah lebih dari cukup di masa pandemi yang tidak ada ujungnya.

Saya langsung mencari tahu apa itu Qust Hindi. Dari browsing google saya temukan bahwa Qust Hindi atau Qustnul Hindi atau Qust Al Hindi adalah kayu yang diambil dari pegunungan Himalaya. Ternyata ini diriwayatkan Nabi Muhammad SAW dalam Hadits Bukhairi 5260. Fungsinya sempurna sekali untuk antisipasi COVID-19. Bisa menyembuhkan tujuh penyakit di antaranya yang utama penyakit radang paru-paru.

Umumnya orang menggunakan batang Qust Hindi bukan serbuknya. Kenapa? Katanya lebih baik daripada serbuk. Penggunaannya dengan membakar batang Qust Hindi menjadi asap atau dupa untuk mengatasi permasalahan pernapasan. Bisa juga batang Qust Hindi digosok-gosok di seputar daerah amandel untuk menyembuhkan radang dan membersihkan tenggorokan. Penggunaannya harus murni seratus persen batang Qust Hindi tanpa ada campuran apapun.

Ternyata anjuran penggunaan Qust Hindi sudah dipopulerkan oleh Ustaz Adi Hidayat dan Ustaz Koh Steven untuk membantu penyembuhan masyarakat yang terkena penyakit COVID-19.

Sebenarnya khasiatnya banyak sekali, yaitu selain untuk menyembuhkan radang penyakit paru-paru, Qust Hindi juga baik untuk menyembuhkan radang tenggorokan dan amandel seperti yang saya tuliskan di awal. Selain itu untuk membantu menyembuhkan infeksi kanker dan virus, membersihkan saluran pencernaan, membantu menyembuhkan kolesterol, membantu menyembuhkan fertilitas dan masalah pada Rahim, dan membantu menyembuhkan masalah kulit.

Aturan penggunaannya dengan memasukkan sebuah batang Qust Hindi (bisa dipotong kecil-kecil) ke dalam gelas 200cc air dingin atau air panas. Agar tidak terasa enek, bisa ditambahkan madu untuk menambah rasa. Tunggu sampai air menguning lalu diminum atau yang menggunakan serbuk, tunggu sampai serbuk larut.

Nah yang menggunakan batang, setelah diminum bisa dituangkan kembali batangnya, jadi jangan dibuang. Kalau sudah hilang warna kuningnya, baru bisa dibuang. Sementara yang menggunakan dengan cara pengasapan untuk membantu pernapasan dapat membakar kayu
Qust Hindi, setelah itu taruh ke dalam mangkok untuk dihirup. Air dari Qust Hindi bisa dihirup seperti istinsyaq atau masukkan bisa juga batang kayu kering dihirup ke dalam hidung.

Alhamdulillah saya dan keluarga mengonsumsinya, walau aromanya sangat tidak bersahabat dengan selera kami.

Semoga bermanfaat.

Kang Yudha

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *