Rihlah dan Raker Perdana

Bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi lagafururrahim. (Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. `Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.) (Q.S. Hud 11: 41).

Kami mengucapkan doa ini sebelum berangkat mengarungi Laut Jawa. Tepatnya di Kepulauan Seribu.
Perjalanan kapal regular tradisional ditempuh selama hampir empat jam. Ombaknya so-so lah. 1,5 sampai 2 meter. Pasti terasa buat yang duduk di geladak dekat haluan. Kalau tidak minum obat pencegah mual sudah berapa banyak isi perut berhamburan. Itu bagi yang tidak biasa pergi dengan kapal seperti kami. Bagi nelayan, ombaknya masih tergolong kecil, belum sampai sekepala atau lewat, berarti bagi mereka biasa saja.

Ini pengalaman pertama bagi kami warga sekolah baru. Mengarungi lautan terasa amazing. Susah diungkapkan dengan kata-kata. Merasakan langsung sensasi ombak di bulan Desember. Teduhnya langit dan serombongan ikan menari ke permukaan memberi kenangan tersendiri. Apalagi melihat puluhan burung mengawasi ikan dari atas yang terbang rendah mengincar buruan. Siap tangkap begitu ikan kurang waspada.

Saya seperti mengenang kembali perjalanan-perjalanan laut yang indah dan kadang menakutkan. Indah dengan suasana damainya. Takut dengan ganasnya ombak mempermainkan kapal yang dibanting haluan dan buritannya. Hempasan ombak yang bisa dirasakan lewat suara gelegar memecah di portside dan mendorong badan kapal yang sedang melaju. Belum lagi jika hempasannya mematikan mesin kapal. Kapal akan oleng ke kiri dan kanan. Saya belajar memainkan iramanya agar tidak mabuk kapal.

Ah, masa lalu. Kini kami sedang rihlah menyeberangi lautan. Banyak doa dipanjatkan. Mengingatkan bahwa manusia adalah makhluk lemah, kecil, dan rapuh. Mengingatkan akan kuasa-Nya yang terbentang dari barat sampai ke timur, dari selatan sampai utara. Doa dipanjatkan untuk senantiasa Dia menjaga dan memberi keselamatan.

Kami bersepakat untuk membulatkan niat. Niat kepada diri sendiri agar lebih jujur bersikap. Niat yang lurus kepada sekolah untuk lebih giat mendampingi anak-anak. Terlebih niat kepada Sang Pencipta agar berjalan di jalan yang benar, walaupun tidak sedikit halang rintang.

Kami mengokohkan harapan agar kami terbebas dari utang janji dalam memorandum of understanding yang kami tandatangani semester lalu untuk bekerja sekuat tenaga, seteguh hati tanpa mengeluh.

Kang Yudha

Sumber gambar: https://www.visit-tidung.com/p/pesan-tiket-kapal-cepat-ke-pulau-seribu.html

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

One Comment on “Rihlah dan Raker Perdana”

  1. Masya Allah, Alhamdulillah bersyukur kami bisa bertemu Kang Yuda …ide2nya inspiratif, sangat banyak hal2 baru yg kami bisa belajar dari beliau…

    Bersyukur , semoga kami bisa terus bersinergi mengembangkan potensi kami , untuk memaksimalkan potensi pada ummat seluas2nya.. Aamiin qobul ya Robb doa2 dan harapan2 kami..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *