Rindu yang Tak Pernah Padam

”Ibunya bernama Aminah, Ayahnya bernama Abdullah, dilahirkan di kota Mekkah Al Mukarramah. Ayahnya meninggal dunia, ketika ia berada dalam kandungan. Dia adalah Muhammad, sang kekasih yang namanya tak akan pernah lekang hingga yaumil akhir. Seorang yatim yang telah mendapat kepercayaan dari Allah untuk mengajak kita menuju jalan kebenaran. Seorang ayah sekaligus pemimpin yang luar biasa kecintaan pada umatnya bahkan hingga ajal menjemput. Keberadaannya menjadi sebuah bukti kebesaran Allah, sebagai hadiah terbesar bagi umat Islam yang tak dapat tergantikan dengan apapun. Allahumma shalli ‘ala Muhammad“
Jika di tahun-tahun sebelumnya kita memperingati hari kelahiran Nabi dengan penuh sukacita, menyusuri setiap aksara dalam kumpulan tetesan pena yang menggambarkan sejarah perjalanan hidupnya, maka tahun ini Allah uji cinta kita pada beliau SAW. Betapa barangkali cinta dan rindu kita selama ini barulah terucap di lisan, belumlah menjelma menjadi sebuah perjuangan. Adanya peristiwa di belahan bumi Allah telah menghentakkan ingatan kita. Bahwa cinta bukanlah sekedar seremoni tahunan yang penuh dengan hiruk pikuk. Namun cinta dan rindu membutuhkan sebentuk bukti pembelaan dan perjuangan. Allah Maha Mengetahui desiran hati kita, setiap detak nafas yang kita lentunkan bersama shalawat pada Nabi-Nya belumlah usai.
Meski kita tahu bahwa seberapapun banyaknya makar yang ingin memadamkan kebesaran nama Rasulullah SAW, semua itu tidak akan mampu mengalahkan rencana Allah terhadap makhluk-Nya. Peristiwa di Perancis yang telah menimbulkan gelombang aksi pembelaan di seluruh dunia, menjadi bukti bahwa Allah yang akan menjaga cahaya Rasulullah dengan menitipkan cinta di hati umatnya.
Para redaksi majalah Charlie Hebdo barangkali hingga saat ini belum pernah merasakan kedamaian yang dibawa oleh tokoh yang sangat dibencinya itu. Pun dengan para pembela Charlie Hebdo di Perancis yang berjalan dengan penuh keangkuhan. Hidayah Allah belumlah menyentuhnya, namun dengan peristiwa pelecehan justru akan menampakkan betapa nama Nabi SAW tetaplah tak pernah padam dari hati umatnya. Peristiwa pelecehan yang berimbas pada aksi penusukan di tahun 2015 ternyata memberikan dampak positif dan negative. Seperti dirilis dari https://republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/16/01/25/o1ibnn313-wajah-muslim-prancis-dan-charlie-hebdo; peristiwa ini diakui atau tidak memunculkan dua sisi mata uang, saling bersandingan, positif dan negatif. Pew Research Center merilis sikap warga Prancis terhadap Muslim justru menjadi positif setelah enam bulan pascaserangan tersebut.

Pew Research menyebutkan, 76 persen warga Prancis memiliki pandangan yang baik kepada Muslim yang tinggal di negara mereka. Sementara itu, jumlah umat Muslim naik 14 persen dari tahun lalu menjadi 25 persen saat ini.

Menurut Pew Research Center, pola yang terjadi di Paris sama seperti yang terjadi di AS pascaserangan WTC 11 September. Sentimen positif terhadap Muslim di kedua negara ini justru meningkat setelah adanya aksi terorisme.
Kini kita senantiasa berdoa, semoga Allah tetap menjaga cinta dan rindu kita kepada Nabi Muhammad SAW dan menurunkan hidayah kepada para pembencinya, agar tak terulang kembali aksi serupa di tahun-tahun mendatang.

Sumber gambar : https://alif.id/read/aguk-irawan-mn/relasi-sir-allah-dan-nur-muhammad-b224420p/147461751657e4e0acd2743/

Please follow and like us:

About RN Lathifah

Ibu dengan 2 anak lelaki yang mencintai simfoni di pagi hari, birunya langit dan hangatnya mentari. Pernah berkecimpung di dunia penulisan -IFSA- media Sekolah Alam Indonesia. Tahun 2010 mendapatkan penghargaan mother awards melalui tulisannya yang berjudul Kasih Ibu Menembus Batas yang diselenggarakan oleh Adfamilia. Beberapa naskahnya sudah diterbitkan, diantaranya ; Kasih Ibu Menembus Batas (indie-2010), Ya Allah Jadikan Aku Sekolah Terbaik Untuk Anakku (Qultummedia), Serpihan Kenangan (Quanta), Asyiknya Menulis (indie-2016), Selaksa Cinta Berjuta Kenangan (SAI publishing), Resonansi Cinta (SAI publishing). Sangat menikmati suasana kelas menulis yang pernah dikelolanya untuk siswi-siswi Sekolah Dasar. Hingga saat ini menjadi kontributor dan editor tetap blog Kelas Kayu.

View all posts by RN Lathifah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *