Sekolah Kaleng-kaleng

Bunda: “Ayah. Anak kita mau sekolah di PMD, Yah. Kata temannya, ustaz-nya hafal Al Quran. Bunda gurunya juga pintar.”

Ayah: “Pasti tidak murah, Bun. Lihat saja, apalagi tamannya bagus begitu. Ada kebunnya. Ada amphiteather-nya. Ada playground-nya juga. Itu, kan butuh biaya besar buat merawatnya.”

Anak: “Iya, Ayah. Pastinya sekolah berkualitas, Yah. Memangnya Ayah mau anak kita bersekolah di sekolah murahan? Sekolah kaleng-kaleng?”

Sebenarnya tidak bermaksud menyindir lembaga pendidikan mana pun. Sekolah kaleng-kaleng sepemahaman saya adalah sekolah yang dibangun sekadar mencari pendapatan.

Ya, benar sekali. Hampir semua sekolah dibangun dengan konsep super mewah, ujung-ujungnya menarik baiya yang sangat tinggi. Mungkin bisa dikatakan wajar jika pengajarnya menerima limpahan salary yang tinggi. Namun, pada kenyataannya pengajar hanya dianggap “buruh”, maaf habis tenaganya tidak ada waktu untuk keluarga. Sampai di rumah tinggal lelah tanpa bisa mengulang kesabarannya, ketelitiannya, kesediaan waktunya untuk juga memperhatikan anak-anaknya di rumah. Cape menjadi alasan paling pantas karena sepanjang waktunya digunakan di lembaga sekolahanya.

Saya takjub menyaksikan yayasan bersedia berbagi peran dan perhatian untuk kemajuan sekolah yang diwakafkan. Bangunan tiga lantai, taman pendidikan yang nyaman telah disumbangsihkan kepada masyarakat yang butuh akan pendidikan bagus dan murah. Konsekuensinya adalah mengacu pada pendidikan non formal agar kegiatan belajar mengajar menyesuaikan dengan target hafalan tanpa menghafalkan.

Pihak sekolah memberi jalan keluar agar santri pun dapat melanjutkan pendidikan jika tidak di pesantren. Misalkan orang tuanya pindah atau harus ikut keluarganya di luar kota sehingga sulit mengikuti pendidikan di pesantren.

Saya berdoa agar pesantren ini terus tumbuh dengan semangat dari para ustaz dan bunda guru yang tulus, dari para orang tua yang bersedia mengambil peran pengasuhan yang mendidik, dari santri yang selalu gembira dan siap belajar menimba pengetahuan bersama.

Puji syukur tidak henti kepada Dia Sang Pemberi Hidup, atas karunia kepada orang-orang yang bersatu dalam niat membangun Generasi Robbani. Saya yakin akan diikatkan orang-orang pilihan dalam membangun cita-cita luhur ini. Semoga Allah beri tenaga kuat, pikiran yang jernih, tekad yang membaja untuk terus mendampingi pesantren ini.

Kang Yudha

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *