Sepasang Sepatu yang Tertukar

Pernahkah membayangkan memakai sepatu milik orang lain di kaki kita? Apakah akan terasa nyaman? Tentu tidak masalah jika ukuran kaki kita sama dengan pemilik sepatu. Tetapi kalau ternyata sepatu yang kita pakai kurang pas, semisal kebesaran atau kekecilan tentu akan terasa tidak nyaman di kaki. Bisa jadi perjalanan kita terhambat hanya karena kaki kita tidak bisa berjalan dengan cepat lantaran sepatu yang kita pakai kurang nyaman. Atau bisa jadi justru kita akan terjatuh karena sepatu kebesaran yang terlipat saat kita pakai.
Semua sudah ada takarannya, sudah ada ukurannya.
Begitu pula dengan kehidupan ini, semua takdir ujian yang Allah tetapkan pada hamba-Nya sudah tepat sesuai dengan kadar kemampuan hamba-Nya. Segala sesuatu yang Allah timpakan kepada kita, baik berupa ujian keimanan, kesabaran, kekurangan, maupun kesenangan sekalipun pada hakikatnya sudah sesuai dengan takaran Allah.
Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 286 :

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
Dari ayat di atas jelas bahwa Allah memberikan ujian sudah sesuai dengan baas kemampuan hamba-Nya. Semuanya unuk menguji seberapa besar tingkat keimanan seseorang dan seberapa tingginya derajat kita di sisi Allah.
Barangsiapa yang bersabar dan berusaha mencari jalan keluar sesuai dengan jalan yang diridhoi Allah, maka baginya pahala kebaikan. Sedangkan barangsiapa yang mencari jalan keluar dengan jalan yang tidak diridhoi Allah, maka akan mendapatkan dosa.
Pada ayat yang lain, Allah juga berfirman dalam surat Al Insyirah ayat 5-6 :

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Janji Allah akan selalu memberikan kemudahan bagi hambanya dalam setiap ujian. Di awal ayat tersebut terdapat taukid atau penegasan dengan sebutan sesungguhnya jadi maknanya sangat tegas Allah memberikan kemudahan setelah kesulitan, bahkan sampai dua kali Allah menyebutkan penegasan tersebut.
Jadi masihkah kita ragu akan kemampuan kita menanggung semua ujian yang Allah berikan? Sedangkan janji Allah pasti benar adanya, semua sesuai dengan kadar kemampuan kita, dan in syaa Allah aka nada kemudahan sesudah kesulitan.

Wallahu’alam bi shawab

Sumber gambar : https://kawista.id/sepasang-sepatu-dan-cinta

Please follow and like us:

About RN Lathifah

Ibu dengan 2 anak lelaki yang mencintai simfoni di pagi hari, birunya langit dan hangatnya mentari. Pernah berkecimpung di dunia penulisan -IFSA- media Sekolah Alam Indonesia. Tahun 2010 mendapatkan penghargaan mother awards melalui tulisannya yang berjudul Kasih Ibu Menembus Batas yang diselenggarakan oleh Adfamilia. Beberapa naskahnya sudah diterbitkan, diantaranya ; Kasih Ibu Menembus Batas (indie-2010), Ya Allah Jadikan Aku Sekolah Terbaik Untuk Anakku (Qultummedia), Serpihan Kenangan (Quanta), Asyiknya Menulis (indie-2016), Selaksa Cinta Berjuta Kenangan (SAI publishing), Resonansi Cinta (SAI publishing). Sangat menikmati suasana kelas menulis yang pernah dikelolanya untuk siswi-siswi Sekolah Dasar. Hingga saat ini menjadi kontributor dan editor tetap blog Kelas Kayu.

View all posts by RN Lathifah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *