Soto Bandung HOME VISIT

“Alhamdulillah berakhir sudah HOME VISIT.” Bunda Desi berdesah.

“Alhamdulillah kita dapat pengalaman nih.” Bunda Jati urun suara.

“Apalagi ditutup dengan soto Bandung yang menggiurkan ini,” teriak Bunda Ita tak mau kalah.

Soto Bandung Bunda Winur memberi nuansa berbeda. Di akhir kunjungan HOME VISIT, bunda dan ustaz dihidangkan menu spesial. Soto Bandung dengan suwiran ayam yang menggoda. Bukan karena jarang mencicipi hidangannya, tetapi lantaran suasana kebersamaan yang baru terbentuk.

“Sekalian refleksi, ya,” pinta saya.

Suasananya masih memulihkan tenaga selepas mengunjungi rumah ke rumah orang tua siswa yang tidak bisa dikatakan biasa-biasa saja. Menyambut dengan hangat dengan pernak-pernik jajanan yang beraneka.

“Padahal sudah dibilang gak usah merepotkan. Ini kunjungan silaturahim dari guru kepada siswanya. Sekaligus kenal lebih dekat dengan orang tua hebat. Terus juga pembagian face shield dan masker untuk anak-anak,” kata Umi.

“Sekali-kali Bunda. Katanya gitu,” jelas Bunda Desi.

“Iya. Mungkin ada juga yang belum paham dengan HOME VISIT yang kita maksud. Kebanyakan curhat kondisi kekurangan anak. Jadi salah kaprah. Kita ingin mengangkat keistimewaan anak agar mereka PEDE. Gak malu, gak takut.” Umi berapi-api menyampaikannya.

“Ditampung dulu ya. Berarti ada penjelasan ulang tentang HOME VISIT melalui WA Group, ya.” Saya memberi underline pada informasi ulang.

“Kalau dari Bunda Jati, bagaimana?” tanya saya.

“Alhamdulillah sejauh ini so far so good-lah. Lancar dan orang tua antusias menyambut kita walau ada beberapa orang tua tidak ada di tempat.”

“Dari Bunda Desi?” Saya melanjutkan giliran refleksi.

“Kita jadi tahu cerita orang tua siswa yang mungkin belum sempat diberitakan. Dengan kedatangan kita, tentu jadi lebih cair. Cuma memang waktunya terbatas.”

“Inginnya mereka sih, kita lebih lama berkunjung,” seru Umi.

“Iya, kan mesti gantian. Banyak juga yang dijadwal untuk digilirkan,” kata Bunda Ita menanggapi.

“Berarti program ini positif, ya? Maksudnya mendapat perhatian yang baik dari orang tua.” Saya menegaskan.

“Ya, Ustaz. Saya juga merasa begitu. Bahkan bisa jadi ajang perkenalan antara siswa dan gurunya agar sewaktu bertemu di sekolah nanti, tidak canggung.” Ustaz Adam menimpali.

“Sepakat.” Bunda Desi dan Bunda Winur menyetujuinya.

“Oh, ya. Bagaimana menurut Bunda sekalian kalau saya upload khusus siswa yang didampingi oleh ayahnya? Kira-kira tersinggung gak ya bagi yang tidak hadir?”

“Diberi apresiasi aja Ustaz. Kan, ada juga ayahnya yang memang gak bisa. Lembur yang gak bisa digeser atau dinas luar.”

“Baik. Apresiasi, ya. Kata yang lebih pantas ya.” Saya menyetujui pendapat Umi.

“Ada beberapa siswa bersama ayahnya yang nanti saya upload di media sosial, ya,” lanjut saya.

“Baik, Bunda dan Ustaz sekalian. Berhubung hari Jumat, saya akhiri kegiatan ini. Terima kasih tak terhingga atas jamuannya yang luar biasa dan berselera.” Saya sekaligus menutup kegiatan yang berkesan ini dengan hamdallah dan doa penutup majelis.

Kang Yudha

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *