Sukses Perlu Kesabaran

Mumpung masih dapat kesempatan NGAJARIN anak-anak ber-COCOK TANAM, rasanya ada semangat baru di bidang pertanian yang lama saya tinggalkan. Ada kerinduan mendalam terhadap budidayanya yang sejak kecil saya geluti. Walau kami hidup berpindah-pindah mengikuti kerja bapak, tetapi selalu ada lahan kosong yang bisa saya tanami.

Awalnya sederhana saja. Ingin tahu tanaman pepaya yang muncul dari bijinya yang saya tanam. Dilalah, tumbuh pepaya kecil dengan satu daun yang memberi rasa takjub tidak terhingga. Dari sana keinginan untuk mengetahui berbagai jenis tanaman yang muncul setelah bijinya ditanam itu muncul. Halaman kosong dari pot-pot bekas kaleng tidak menyurutkan saya melakukan EKSPERIMEN (dalam bahasa kerennya). Setiap biji yang ditanam muncul bentuk yang berbeda dan itu amazing buat saya.

Pada akhirnya sejarah menuntun saya diterima di program studi AGRONOMI yang tidak hanya kecipratan tapi “nyempung” basah di sana. Menceburkan diri dengan berbagai pengetahuan tanaman. Tepatnya budidaya tanaman. Khusus tanaman keras, tanaman perkebunan.

Walau pada akhirnya profesi saya mengajar yang melenceng dari pendidikan yang saya geluti, Namun, rasa yang sama sejak kecil dulu terus tidak hilang. Menanam TANAMAN. Itu saja. Hanya perihal menanam.

Kini kesempatan menanam kembali datang bersama anak-anak PESANTREN MASYARAKAT DIGITAL angkatan pertama. Tidak tega melihat lahan menganggur dipenuhi rumput liar. Tidak puas dengan tumbuhnya gulma yang tidak terkendali. Akhirnya diputuskan untuk BUDIDAYA JAGUNG MANIS. Kali ini berperan jadi GURU KEBUN yang sok tahu. Mengolah lahan, memberi pupuk dasar dari kotoran kambing dan ayam. Kemudian menyiapkan tanam dengan memberi lubang tanam dan menanam benih jagungnya.

Prosesnya tradisional sih, tapi mudah-mudahan jadi dasar anak-anak MENCINTAI budidayanya. Kata orang kalau mau BELAJAR SABAR ini salah satu fasilitasnya. Saya mengajak mereka mengikuti proses budidayanya. Pastilah banyak nilai sikap diri yang terkandung di dalamnya. SABAR menjadi modalnya. Sabar menunggu proses budidayanya. Sama seperti saya kecil dulu, berusaha sabar menunggu tumbuh pertama kecambahnya hingga menjadi muda tidak tergantung lagi pada bijinya sebagai cadangan makanan sementara. Setelah itu akarnya mulai berkembang mencari makanan di tanah masuk ke dalam tanah juga mencengkramnya agar dapat berdiri kokoh.

Kalau ingin SUKSES belajar sabar dulu.

Kang Yudha

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *