Terbang Bersama Elang

Saya mengenal peribahasa ini dari seorang teman di negeri tetangga. Cerita memompa diri untuk meningkatkan kualitas diri lebih besar lagi. Ya, intinya fokus. Memang ada orang yang multitalenta, tapi tidak sedikit yang diberi keterbatasan. Tinggal memilih mau fokus di salah satunya atau mengembangkan semua potensinya.

Tidak ada yang salah terhadap dua pilihan tersebut. Kita bisa mengembangkannya. Jika pilihannya adalah membangkitkan semua potensi silakan atur jadwalnya, atur waktunya jangan sampai keteter. Malah bisa jadi berantakan. Namun, jika pilihannya adalah memilih potensi terbaiknya perlu kosentrasi tingkat tinggi. Fokus dan siap dengan kebosanan-kebosanan.

Anak yang belajar berenang misalnya, akan mengalami kebosanan jika tidak di-support orang tuanya. Lelah sekali rasanya jika tidak ada capaian mimpi di akhir perjuangan. Saya berusaha mendampingi anak-anak berenang dua kali setiap pekan. Sebulan pertama tentu masih sangat semangat, apalagi anak-anak belum terlihat perkembangannya secara signifikan. Setahun pertama mulai goyah. Cape mengantar, menunggu, dan pulang kembali ke rumah. Targetnya bisa berenang dengan empat gaya.

Pada akhirnya anak-anak lelah karena berjuang sepulang sekolah dan ini sangat membosankan. Ya, hanya orang-orang kuat dan tangguh yang dapat menuntaskan programnya dengan berbagai hambatan yang harus dilaluinya. Saya akui tidak punya keteguhan seperti mereka.

Dua tahun berlalu. Anak-anak tumbuh subur dans ehat. Saya tidak terlalu kuat mendorongnya hingga menjadi atlet. Ya, anak-anak tidak menginginkannya. Saya kurang kuat membujuknya. Kelelahan bersama akhir mengajar.

Ada tujuan yang berbeda rupanya yang tidak dapat saya paksakan. Perlu ada saling pengertian. Kedua belah pihak memahami tujuannya. Kesalahan saya memaksakan ego saya, bahwa berenang adalah kewajiban. Mungkin anak-anak kurang menikmati hingga akhirnya setelah selesai menguasai empat gaya berhenti secara terhormat. Tidak dilanjutkan menjadi atlet yang saya impikan.

Terbang bersama elang maka berhentilah berenang bersama bebek menjadi lecutan buat saya untuk jadi pelajaran kepada siapa saja. Terutama yang mengalami siatuasi dan kondisi seperti saya. Saya berharap tidak terulang lagi. Biarlah menjadi pengalaman berharga untuk disempurnakan oleh keluarga lain. Cerita sederhana ini semoga tumbuh menjadi pelajaranb berharga.

Anda boleh memilih salah satunya atau fokus seperti kata peribahasanya.

Kang Yudha

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *