Trampling Game

Teman-teman, tidak banyak menggunakan game ini untuk dimainkan di luar kelas. Biasanya menjadi kegiatan yang asyik indoor sambil menikmati dinginnya udara yang ditiup AC. Menggunakan kursi dan seluruh peserta berputar mengelilingi kursi yang sudah disusun melingkar dengan kepala kursi menghadap keluar. Sehingga pada saat musik berhenti atau dihentikan seluruh peserta berlomba mencari kursi untuk tempat duduknya. Biasanya kehebohan akan muncul seketika itu. Musik berhenti dan peserta berebut mencari kursi kosong untuk ditempati.

Kali ini saya mengajak peserta dengan gaya berbeda. Bisa dimainkan secara indoor atau pun outdoor. Asyiknya dimainkan outdoor dengan melepas alas kaki yang diletakkan sebagai benteng. Setiap peserta berdiri tepat di atas benteng. Musik dimainkan, tapi bukan sebagai aturan seperti permainan sebelumnya. Musik digunakan sebagai pemecah konsentrasi peserta. Kok gitu?

Tentu modifikasi permainan ini terletak pada fokus dan konsentrasi mendengar informasi yang disampaikan oleh penjaga benteng utama. Benteng-benteng lain terletak mengelilingi benteng utama. Kemudian peserta dibenteng utama mengatakan sesuatu yang sama, bisa yang dikenakan peserta atau sesuatu yang sama secara kepemilikan. Syaratnya tidak boleh hanya seorang diri.

Penjaga benteng utama harus mengincar benteng lainnya yang memungkinkan harus berpindah, karena benda yang sama disebutkan peserta benteng utama menyebabkan berpindahnya apa yang dikenakan peserta. Hanya perserta yang memiliki benta yang dimaksud yang berpindah mencari benteng peserta lainnya yang juga berpindah.

Saat peserta pindah, peserta benteng utama telah menduduki atau menempati benteng kecil. Sementara yang tidak mendapat benteng kecil harus menempati benteng utama di tengah permainan. Peserta baru yang menempati benteng utama harus menyebutkan cue baru yang membuat setiap peserta harus memperhatikannya. Jangan-jangan dia yang harus pindah karena mengenakan benda yang dimaksudkan.

Contohnya, yang memakai celana panjang pindah. Maka setiap peserta yang memakai celana panjang harus pindah tempat, tidak boleh berdiam diri saja menjaga bentengnya. Ketika proses perpindahan ini terjadi peserta di benteng utama merebut benteng peserta yang pindah.

Saya memulainya dengan clue sederhana yang mudah terlihat.

“Yang pakai kacamata, pindah.”

“Yang pakai batik, pindah.”

“Yang berkerudung, pindah.”

Setiap peserta kreatif menyebutkan benda-benda yang sama. Sampai pada sesuatu yang membutuhkan kejujuran. Seperti, “Yang usianya di bawah 30 tahun, pindah.”

“Yang pagi tadi sarapan, pindah.” dan lain sebagainya menuntut kreativitas peserta.

Kang Yudha

Please follow and like us:

About Yudha Kurniawan

Yudha Kurniawan, lahir di Bukittinggi (kenal lahir) 4 Juli 1973. Menjadi Writerpreneur sejak 2019. Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah-Malaysia, dan Melbourne-Australia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009) dan memfasilitasi guru menulis di blog kelaskayu.com. Sempat mengelola kelas parenting di Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015. Menjadi penulis dua puluh satu buku sebelumnya, yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi Cerita Komunitas (Kawan Pustaka, 2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi Artikel Kelas (Audi Grafika, 2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media, 2006), Smart Games for Kids (Wahyu Media, 2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media, 2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing, 2009), Character Building (ProU, 2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing, 2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru, 2016), Jejak-Jejak Rindu - Antologi Cerpen (Mandiri Jaya, 2018), Resonansi Cinta - Antologi Artikel kelaskayu.com (SAI Publishing, 2019), Melarung Rindu - Cerpen Milenial (Media Guru, 2019), Menepis Kabut di Kinabalu - Novel Pendidikan (Media Guru, 2019). Sukses Ujian Bahasa Indonesia SD (Media Guru, 2019), Sukses Ujian Sains SD (Media Guru, 2019), Tumpeng - Novel Antologi (Teman Nulis, 2019), Selaksa Cinta Bunda - Antologi Cerpen Guru (Media Guru, 2019), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Media Guru, 2020), Peti Mayat Koruptor - Antologi Cerpen Anti Korupsi (Gong Publishing, 2020). Saat ini juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan. Menjadi Pimpinan Redaksi blog kelaskayu.com. Dipercaya menjadi Editor Media Guru dan telah mengedit lebih dari seratus naskah. Aktivitas lainnya, terlibat dalam lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik). Bisa berkoresponden di alamat ykurnie@gmail.com. Aktif di sosial media http://instagram.com/yudhakurnie_, http://facebook.com/yudha.kurniawan.737, http:www.twitter.com/yudhakurnie_

View all posts by Yudha Kurniawan →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *